6 Hari Jelajah Sulawesi Selatan!

Setelah pertama kalinya aku bersama 11 “teman baru” karyawisata ke Jawa Timur menghabiskan waktu bersama menutup tahun 2015 dan membuka tahun 2016, kemudian terbentuklah Kelas Bunga Matahari dengan program karyawisata setiap tahunnya. Para murid Kelas Bunga Matahari mengusulkan untuk kembali mengadakan karyawisata (share cost) setelah pertemuan kopdar sesi buka bersama tengah tahun 2016. Dan tak tanggung-tanggung kali ini langsung menuju Sulawesi Selatan dengan tujuan Maros, Makassar, Tana Toraja, dan pucuk dicinta aku pun rela bikin trip ini demi bisa diving di BULU KUMBA! Yaaaaay!

Perjalanan disiapkan 6 bulan sebelum, dengan mencari pasukan baru yang mau ikut, mencari tiket promo demi bisa makan enak pas liburan, mencari alasan cuti panjang demi liburan tanpa gangguan dan yang paling penting menabung bersama dengan budget 6 hari keliling Sulawesi Selatan maksimal 1.9 juta (tanpa diving) tanpa hutang yeeees. Pada akhirnya perjalananpun dilalui bersama formasi baru Kelas Bunga Matahari sebanyak 10 orang dari 8 hingga 13 Desember 2016.

Hari ke-1, 8 Desember 2016

10.00 : Meeting Point Bandara Hasanuddin, Makassar. Sayangnya si mungil Ichi mengalami tragedi pecah ban sama si Damri. Jadilah Ichi nyusul pakai flight selanjutnya *tepuk tangan sama Ichi yang rela beli tiket lagi! Kami bersembilan langsung menuju ke Konro Karebosi rumah makan dengan menu Iga Bakar khas Makassar. Tanpa basa basi, sampai di lokasi semua serempak request menu yang sama. Dan jeng jeng… si Iga Bakar datang dengan porsi besar menggoda yang sanggup dimakan untuk 2 orang. Soal rasa jangan ditanya lagi. Seporsi iga dengan harga 47 ribu rupiah bahkan terasa sangat murah *gayaaaa.

cindiltravel makassar konro karebosi

12.00 – 13.00 : Menuju Bandara & Rammang Rammang, Maros

Selesai makan kenyang, kami menjemput Ichi kembali dan melanjutkan perjalanan ke Rammang Rammang di Maros yang terkenal dengan keindahan gunung karst tertinggi di Indonesia. Sesampainya di lokasi kami harus menyusuri sungai selama 30 menit menuju Desa Berua menggunakan perahu tanpa atap dengan suasana “Jurrassic Park” sepanjang perjalanan.

cindiltravel makassar rammang rammang

Desa Berua tempat kami berpijak adalah ketenangan di antara pegunungan karst dan hamparan sawah. Wisata yang biasanya hanya dihabiskan maksimal 1 jam tetapi karena misi kami melakukan sensus penduduk ke hampir seluruh rumah di Desa Berua, maka waktu perpanjangan menjadi 3 jam.

cindiltravel makassar rammang rammang desa berua 2

Bahagia melewati hari di Rammang Rammang, kami melanjutkan perjalanan yang sudah semakin sore ke arah Terminal Daya di Makassar untuk menuju Toraja. Ternyata jalanan di kota Makassar cukup macet, jadi persiapkan waktu lebih panjang untuk beberapa destinasi.

19.00 : sampai di Terminal Daya kami menuju pool bus yang sudah dibooking oleh Kak Rendeng, kakak kelasku semasa SMU yang akan bertemu nanti di Toraja. Di Terminal kami masih sempat mandi dan makan malam sambil menunggu Bus datang.

21.00 : Walaupun bus datang terlambat tapi kami sangat bahagia melihat bentuk kursi yang terkenal nyaman se-Indonesia. Posisi kursi dapat disetting “selonjoran” dengan sandaran kaki dan dilengkapi dengan selimut dan bantal. Serasa naik pesawat kelas bisnis, berasa noraknya! Hahaha. Aaah setidaknya malam ini kami bisa tidur nyenyak di atas busa empuk melewati jalur yang terkenal ekstrim melingkari gunung dan lembah hanya dengan 140 ribu rupiah padahal konon katanya pasaran harga mulai dari 170 – 250rb.

cindiltravel bus makassar toraja

Biaya Hari ke-1,  8 Dec 2016

  1. Makan di Karebosi @52.000 : 2 org (1 porsi bagi 2) + nasi + minum = 26.000
  2. Sewa kapal di Rammang Rammang = 300.000 : 10 org = @ 30.000/ org (kapal muat untuk 10 org)
  3. Tiket masuk Rammang Rammang = @3.000 / org
  4. Bus makassar – Toraja = @ 140.000/ org
  5. Uang makan supir elf @ 25.000 x 3 = 75.000 : 10 org = @ 7.500/ org
  6. Tol = 150.000 : 10 org = @15.000/ org
  7. Makan malam di terminal Daya = 23.000
  8. Numpang mandi di Terminal Daya = 5.000
  9. Minum & biaya pribadi lainnya = 10.000

Total biaya pribadi & share cost Hari ke -1 : Rp 259.500,-

Note :

  • Konro Karebosi. Jl. G.Lopobattang No. 41, Makassar
  • Contact sewa mobil di Makassar : Pak Anshar. Telp : +6282393171888
  • Contact Bus Makassar – Toraja : Pool Bus Metro Permai (METRO SUSPENSI) di Terminal Daya : +6285331918888

Hari ke-2, 9 Desember 2016 : TANA TORAJA Kami Dataaaaang!

06.00 – 08.00 : Aku janjian ketemu Kak Rendeng yang tinggal di Makale, maka kami turun di Makale, bukan di Rante Pao seperti kebanyakan para pelancong. Kak Rendeng dan keluarga berbaik hati menjamu rombongan kami yang berjumlah 10 orang dengan sarapan khas Toraja nasi ketan yang dibungkus daun pisang dengan lauk telur rebus dan sambel ROA. Huaaa sambel ROA yang dibuat mama Kak Rendeng sukses menjadi bekal kami selama di Makassar hingga hari ke 6! Nikmat dan Hemat! Rejeki para pelancong jauh ga kemana ya. Terima kasih banyak Kak Rendeng dan keluarga 🙂 🙂 🙂

08.00 – 08.30 : Kami menyewa 2 mobil innova untuk keliling Toraja ditemani juga sama Kak Rendeng. Tujuan pertama adalah patung Tuhan Yesus di bukit Makale. Sebenarnya dari halaman rumah Kak Rendeng, patung Tuhan Yesus sudah terlihat (bayangkan berapa besar dan tingginya). Tapi karena aku penasaran, jadilah kami tetap ke sana. Sayangnya sesampainya di halaman parkir ternyata jalan menuju patung terkena longsor jadi mobil hanya bisa sampai aspal paling akhir. Sisanya harus dilalui dengan berjalan kaki selama 1 jam. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan ke lokasi lainnya dibanding menghabiskan waktu trekking pagi-pagi.

08.30 – 09.00 : Suaya, tempat dimana bangsawan dari Makale disemayamkan.

09.00 – 10.00 : Mobil kami berhenti di tengah jalan aspal kecil. Kami pikir berhenti karena ada sapi lewat tapi ternyata Kak Rendeng mengajak kami turun menuju pematang sawah dimana terdapat setapak jalan dengan aliran sungai di sisi kiri. Diujung jalan ini terdapat sebuah gua mati berisi tengkorak berjejer. Jika di Suaya kita melihat makam berada di atas tebing dengan pintu, Tampang Allo menyajikan pemandangan mistis penuh magis dimana banyak tengkorak dan tulang belulang berjejer di sudut gua, peti mati dan patung penjaga makam yang terbuat dari kayu tergantung dibagian atas gua.

cindiltravel toraja tampang allo

10.00 – 11.00 : Menuju Kambira, makam bayi berbentuk pohon berusia ratusan tahun. Di kawasan Kambira kami juga berkunjung ke salah satu rumah warga yang masih menyimpan jenazah keluarga di dalam rumah. Disinilah kami benar-benar mempelajari bagaimana proses penguburan dari meninggal hingga menunggu dimakamkan.

cindiltravel toraja kambira

Kami berfoto bersama Kak Rendeng di Kambira, kakak kelas yang tak bertemu 1 dekade yang seperti saudara! *hug hug

11.00 – 12.00 : Lemo, kuburan para raja di daerah Mengkendek. Di tempat ini aku benar-benar masuk ke dalam ruang kubur di atas tebing.

cindiltravel toraja lemo

cindiltravel toraja oleh oleh

hasil karya Pak Anton, pengrajin kayu di LEMO. Jika berniat membeli pastikan membeli disini, karena harga lebih bagus dibanding tempat lain.

12.00 – 13.00 : Makan siang di rumah makan muslim di dekat Lemo.

13.00 – 15.00 : Londa, sebuah makam di dalam gua alam. Bisa dibilang selama perjalanan keliling Toraja itu berasa sedang perjalanan wisata ziarah, isinya makam semua.

15.00 – 16.00 : Kete Kesu, desa wisata Toraja dengan rumah adat Tana Toraja yaitu Tongkonan yang biasa menjadi icon wajib untuk foto narsis sendirian atau bersama grup!

cindiltravel toraja kete kesu

16.00 – 17.00 : Beli oleh-oleh Toraja dan pembuatan kopi di Rantepao. Jika berniat membeli kain tenun ataupun motif Toraja, lebih baik di Toraja langsung karena di kota lainnya pasti lebih mahal dan tidak mudah mencarinya.

cindiltravel tenun toraja

17.00 – 19.30 : Makan malam dan numpang mandi di Rumah Makan Muslim di Rantepao. Jangan kaget kalau disini makanan muslim lebih mahal karena di daerah Toraja cukup sulit mencari rumah makan muslim. Bagi yang muslim silahkan bertanya sebelum masuk. Tapi urusan bakso babi, di Toraja mudah sekali mencarinya. Tapi jangan khawatir, pasti ada kok makanan halal.

20.00 – 06.00 :  Naik bus dari Terminal Rantepao. Jangan berharap melihat terminal berbentuk area parkiran luas dan bisa beristirahat di dalamnya. Sesungguhnya ini hanya “terminal bayangan” yang berada di jalan raya Rantepao dengan jejeran kios cendera mata khas Toraja di sisi kiri kanan jalan tapi yang lewat bus antara kota berukuran  besar hingga Double Deck alias bus 2 tingkat dan bisa bunyi TELOLET! Kereeen.

Biaya Hari ke-2, 9 Dec 2016

  1. Tiket masuk Suaya @10.000 / org
  2. Gua : gratis
  3. Tiket masuk Tampang Allo @10.000/ org
  4. Tiket masuk Baby Grave Kambira @10.000/ org
  5. Lihat oma yang sakit ( 5 tahun belum dikubur ) = 20.000 : 10 org = @2.000 (sukarela)
  6. Tiket masuk Lemo @10.000 / org
  7. Makan siang 332.000 : 10 = @ 33.200/ org
  8. Tiket Masuk Londa @10.000/ org
  9. Sewa lampu di Londa = 50.000 : 10 org = @ 5.000/ org
  10. Tiket Masuk Ketesusu @10.000/ org
  11. Mobil masuk Ketesusu @ 5.000 x 2 mobil : 10 org = @ 1.000/ org
  12. Tiket bus Toraja – Makassar = @140.000/ org
  13. Sewa mobil di Toraja @ 500.000 x 2 mobil : 10 org = @100.000/ org
  14. Makan malam supir = 101.700 : 10 org = @10.170
  15. Makan malam pribadi = 44.500
  16. Jajan minum = 15.000

Total biaya pribadi & share cost Hari ke -2 = Rp 415.870,-

  • Contact sewa mobil di Toraja : Pak Pusing. Telp : +62852 99136260

 

Baca juga 9 Hari Menjelajahi Pulau Togean, Sulawesi Tengah disini!

Hari Ke-3, 10 Desember 2016

06.00 : Sampai di Terminal Daya, Makassar dan mandi bersih.

07.00 – 09.00 : Makan Coto Sunggu (coto makassar) dengan buras dan jajanan pasar yang bikin kalap.

09.00 – 16.00 : Perjalanan Makassar menuju Pantai Bira, Bulu Kumba yang ga sampe-sampe dengan pemandangan kiri kanan sawah dan rumah adat Gowa dengan jalan aspal super haluuus. Sangking halusnya, supir kita aja sempet minta istirahat ngopi dulu karena ngantuk. Dan tempat istirahatnya di kedai-kedai pinggir jalan yang jual jagung rebus di bak plastik super besaaar yang berbanding terbalik dengan ukuran jagung lebih mini dibanding jagung biasanya.

16.00 : Sampai di Warung Bamboo janjian dengan Bang Rahman, Dive Master diving selama di Bira kami langsung cek in penginapan di Bukit Harapan Maju 2 yang lumayan murah menurut kita (200ribu/ malam, kamar mandi dalam, AC, TV, kapasitas 2 org/ kamar) dan jarak ke Pantai Bira deket banget!

16.00 -17.00 : Cek alat diving di dive center yang letaknya di Pantai Timur yang cenderung lebih sepi dibanding pantai Bira.

cindiltravel pantai timur

17.00 – 18.30 : Atas rekomendasi kak Rendeng, kami pergi ke Cosmos Bungalow, Pantai Bara untuk nongkrong cantik menunggu sunset. Lokasi Bungalow emang cocok deh berleyeh-leyeh dan honeymoon romantis tapi ga gratis.

cindiltravel cosmos bungalow tanjung bira bulu kumba

warga lokal yang nongkrong cantik nunggu sunset

cindiltravel pantai bara tanjung bira bulu kumba

19.00 : makan malam di Warung Bamboo yang jadi idola semua orang karena harganya tergolong murah mulai dari 20ribu rupiah untuk ikan/ cumi / udang yang bisa dipilih sendiri.

cindiltravel warung bamboo tanjung bira bulu kumba

ikan seharga 20ribu ini bisa sharing 2 orang loh

Jarak antara Pantai Bira ke Pantai Timur, Pantai Bira ke Pantai Bara sangat dekat, tapi kalau jalan kaki lumayan capek juga jadi harus pakai kendaraan motor atau mobil. Yang tinggal di area Pantai Timur dan Pantai Bara rata-rata turis asing. Sedangkan Pantai Bira turis lokal karena memang akses makanan dan fasilitas lebih banyak di Pantai Bira. Jalan menuju Pantai Bara berbatu dan tidak terlalu bagus jadi memakan waktu hampir 30 menit.

cindiltravel share cost

itung-itungan tiap malem, berasa orang kaya bawa cash kemana-mana XD

Biaya Hari ke-3, 10 Desember 2016

  1. Mandi di terminal Daya = 5.000
  2. Makan coto supir = 32.000 : 10 org = 3.200
  3. Makan coto makassar (pribadi) = 25.000
  4. Tiket masuk Bira = 150.000 : 10 org = 15.000
  5. Snack supir = 64.800 : 10 org = 6.480/ org
  6. Share snack di Cosmos Bungalow = 25.000
  7. Makan malam di depan penginapan di Bira = 28.000
  8. Penginapan di Bira : 1.000.000 : 10 org = @100.000/ org
  9. Makan malem supir = 30.000 : 10 org = @ 3.000/ org
  10. Penginapan supir di Bira : 100.000 : 10 org = @10.000/ org
  11. Minuman = 10.000

Total biaya pribadi & share cost Hari ke -3 = Rp 230.680,-

  • Note :
  • Coto Sunggu 1. Jl. Sultan Hasanuddin No 122, Makassar
  • Penginapan Bukit Harapan Maju 2, Pantai Bira. Contact : +6285255994640

Hari ke-4, 11 Desember 2016

07.00 : Bangun & sarapan rumpi di depan penginapan, share makanan bersama.

08.00 : kalau aku sama Mba Rona nunggu dijemput sama bang Rahman menuju Pantai Timur untuk diving, yang lain siap-siap mau snorkeling, berenang di penangkaran penyu dan main banana boat di Pulau Liukang dan Pulau Kambing. Sewa kapal ke Pulau Liukang dan Pulau Kambing sekitar 600-700 ribu, tergantung pintar nawar ke tukang kapal di Pantai Bira.

09.00 – 10.00 : Naik boat dari Pantai Timur menuju Pulau Kambing. Hari ini aku dan Mba Rona hanya ambil 2 spot dive. Total peserta diving ada 10 orang yang terbagi atas 3 grup. Aku bersama grup 4 OW, lokal. Sisanya yang turis asing dan sudah Advance. Yaaaah aku mah masih grup nemo yang sukanya masih lucu-lucuan aja di bawah laut, ketemu ikan sama karang mah udah bahagiaaaa ^___^

10.00 – 11.00 : spot diving pertama di Bira adalah House Reef, banyak terumbu karang dan penyu. Lucu dan seru!

cindiltravel diving tanjung bira

11.00 – 12.00 : istirahat di atas boat sambil makan siang di depan Pulau Kambing. Kalo aku mah ga bisa diem liat air bening dikit bawaannya mau nyemplung!

cindiltravel pulau kambing tanjung bira bulu kumba

12.00 – 13.00 : menuju spot 2, Shark Point. Temen aku yang udah pernah diving di Bira wanti-wanti sama site ini karena dia pernah kena arus atas, naik 10 meter dalam 3 detik. Untung ga deco. Duh. Jadi takut-takut gimana.

13.00 – 14.00 : Posisi kapal udah ada di entrance Shark Point. DM info klo harus langsung posisi negatif (back roll dan langsung turun) karena ada arus. Huaaa aku yang suka masalah sama mask clearing langsung on off. Dan bener, begitu roll back badan langsung oleng. Buru-buru turun deh daripada kenapa-napa. Daaaan seharusnya kita bisa ketemu shark, sayangnya grup aku terpaksa drift dive ngelewatin shark point-nya. Mas dan Mba bule advance yang turun duluan cerita ketemu 3 hiu yang salah satunya ukuran 2 meter. Hiks hiks bye bye hiu TT____TT

Llihat video serunya jalan-jalan dan diving di Bulu Kumba disini

14.00 – 15.30 : kembali ke Pantai Timur, mandi bebek di pancuran dive center dan langsung masuk elf karena ngejar waktu. Yang penting kering ^__^

15.30 – 17.00 : Menuju kampung pembuatan kapal phinisi. Sepanjang jalan yang menghadap laut berjejer kapal-kapal Phinisi berukuran besar sedang dibuat. Rasanya seperti melihat kapal kayu zaman Nabi Nuh, ajaib sekali! Kami berhenti di depan sebuah kapal yang dipesan saudagar kaya dari Turki, berukuran 10 x 40 meter, tinggi 4 meter. Terdiri dari 2 lantai, berisi 20 kamar lengkap dengan fasilitas entertaiment! Coba bayangkan harga kapalnya berapa? *Saudagar yang order kapal ga pengen angkat anak apa yak  😀 😀 😀

cindiltravel kapal phinisi bulu kumba 2

17.00 – 23.00 : perjalanan dari Bulu Kumba menuju Makassar ditemani hujan deras dan beberapa jalan besar di daerah Bulu Kumba banjir parah bagai air bah. Horor. Sepanjang jalan takut elf mogok ga bisa jalan.

23.00 – 24.00 : cek in di Losari Inn Hotel, bersih-bersih. Walaupun hotelnya terkesan tua, tapi berhubung dapet harga promo dan posisi strategis tepat di depan Pantai Losari jadi berasa lumayan banget!

00.00 – 01.00 : makan malam di Bakso Sentosa, posisi tinggal jalan kaki sebentar dari hotel. Walaupun rasa bakso biasa aja tapi porsinya juara. Yang lucu, nasi goreng di Makassar warnanya merah cerah kayak dikasih pewarna, tanpa rasa pulak. Tapi kita mah udah males protes, udah cape yang penting kenyang ga masuk angin karena besok pagi harus ada jadwal lainnya.

cindiltravel makassar bakso sentosa

Biaya Hari ke-4, 10 Desember 2016

  1. Sarapan (share nasi goreng) = 10.000
  2. Makan driver = 75.000 : 10 org = @9.300/ org
  3. Snack driver = 18.000 : 10 org = @1.800/ org
  4. Sewa Elf 3 hari = 3.050.000 : 10 org = @305.000/ org
  5. Tips driver : 300.000 : 10 org = @ 30.000/ org
  6. 2x Dive di bira (incl. Lunch & alat) = 850.000
  7. Hotel di Losari Inn tgl 11 Dec = 1.033.570 : 10 org = @103.357/ org
  8. Makan Bakso Sentosa Losari = 26.950
  9. Snack & jajan pribadi = 30.000

Total biaya pribadi & share cost Hari ke -4 = Rp 1.366.40,-

  • Contact Diving : Rahman +6281241643288 (bisa juga minta tolong dicarikan penginapan)

 

Pengen ajuin cuti tapi takut ga disetujui atasan? Baca tipsnya disini!

Hari ke-5, 12 Desember 2016

07.00 : Kalau aku dan Mba Rona sehabis sarapan mau diving di Makassar tepatnya di Pulau Kodingareng Keke bagian dari Kepulauan Spermonde, nah yang lain mau snorkeling atau jalan cantik juga ke pulau yang sama. Bedanya kalau mau snorkeling tinggal berangkat cari kapal di depan hotel. Kalau aku dan Mba Rona, harus ke dermaga lainnya.

07.30 – 08.00 : Ternyata aku dan mba rona bergabung sama 1 keluarga dari Jakarta yang mau snorkeling dan discovery diving. Ya gpplah malah makin enak karena private 1 DM buat 2 orang aja.

08.00 – 10.30 : Atlantis Garden. Site dengan kontur slope memiliki beberapa macam barang-barang yang sengaja ditenggelamkan mulai dari jet ski, mobil VW sampai patung dewa dewi dan cupid untuk melestarikan terumbu karang. Pantes aja disebut Atlantis.

cindiltravel diving spermonde makassar

aku yang lebih mini dibanding dewa Atlantis berhasil bikin Buddha pose ^__^

10.30 – 13.00 : Istirahat, makan siang dan leyeh-leyeh di Pulau Kodingareng Keke yang tidak berpenghuni tapi terkenal buat kemping ceria. Soalnya ada bangunan kosong 3 lantai yang bisa dijadiin tempat berteduh kalau ga mau keujanan.

cindiltravel kondingareng keke makassar

13.00 – 14.00 : Diving di Coral Garden depan pulau Kodingareng Keke, ketemu hiu Macan mini 2 biji. Ga nemu hiu di Bira malah ketemu hiu macan di sini *seneng joget-joget di dalem laut!

14.00 – 16.30 : Perjalanan dari dermaga ke hotel. Siapin waktu lebih kalau menembus jalanan Makassar di jam kerja karena rasanya ga ada beda sama kemacetan di Jakarta.

16.30 –  20.00 : yang lain udah ngelayap hujan-hujan ke pinggir Pantai Losari, aku malah (ke)tiduran nyenyak.

20.00 – 21.00 : makan malem di Mie Titi Awa belakang hotel, rameeeenya.

Buat yang cuma pengen snorkeling atau jalan cantik ke Pulau Samalona atau Pulau Kodingareng Keke ga usah khawatir ga dapet kapal, karena kapal nelayan berjejer dan sudah siap dengan alat snorkeling di dekat Pantai Losari dengan biaya sekitar 500-600ribu per kapal tergantung pintar-pintar nego. Selesai snorkeling bisa kembali ke Pantai Losari dan menyusuri pinggiran pantai mulai makan pisang Ape, mampir dari Mesjid Terapung, hingga Benteng Fort Rotterdam dengan berjalan kaki. Kalau ingin beli oleh-oleh jalan kaki ke Jalan Somba Opu. Buat aku yang sering jalan kaki, rute ini ga berasa cape sih. One day trip dengan jadwal segitu bisa? Bisa banget!

Biaya Hari ke-5, 11 Desember 2016

  1. Taxi dari Hotel ke Dermaga Diving = 50.000 : 2 org = @25.000/ org
  2. 2x Dive di Kodingareng Keke (incl. Lunch & alat) = 800.000
  3. Makan Mie Titi Awa = mie titi kecil 23rb + jeruk nipis panas 12rb = 35.000
  4. Snack & jajan pribadi = 20.000
  5. Hotel Losari Inn = @103.357/ org

Total biaya pribadi & share cost Hari ke-5 = Rp 983.357,-

  • Contact Nemo Diving : +6281342706660

Hari ke-6, 13 Desember 2016

09.00 : Di saat Mba Rona dan Dhanny jalan kaki eksplore Jl. Somba Opu, gudangnya oleh-oleh di Makassar, aku dan mba Rini malah baru bangun buat sarapan. Kemarin 6 orang teman kami sudah pulang ke Jakarta duluan sedangkan kami berempat hari ini berencana full wisata kuliner Makassar sebelum kembali ke Jakarta.

10.00 – 12.00 : Tadinya niat (banget) jalan kaki ke mesjid terapung, tapi sayangnya Makassar diguyur hujan tanpa henti. Jadi lebih milih leyeh-leyeh di kamar sambil packing.

12.00 – 13.00 : Sewa mobil dari hotel menuju Jl. Somba Opu (lagi) buat cari oleh-oleh. Berhubung kemarin di Toraja nemu tali ikat bagus dan hilang waktu diving, akhirnya aku keliling cari lagi. Dan menyesal banget karena barang yang ada di Makassar itu beda sama yang di Tana Toraja. Lesson to life : lebih baik tekor sesaat dibanding kembali lagi tahun depan! Yes, I will be back on April. Hahahaaha.

13.00 – 14.00 : makan Palubasa Serigala, Jl. Serigala No.54. Ya ampuuun ramenya!

cindiltravel makassar pallubasa serigala

14.00 – 15.00 : makan jalangkote, otak-otak, pisang ijo di Rumah Makan Bravo di Jl. Andalas No. 154. Pisang Ijo-nya porsi jumbo!

cindiltravel pisang ijo makassar

15.00 – 16.00 : menuju Rumah Makan Ayam Goreng Sulawesi, makan ayam panggang dan sop mah cuma menu penutup sebelum makan malem *supir kita pasti kaget ngeliat cewek-cewek makannya kalaaap o_O

cindiltravel ayam goreng sulawesi makassar

16.00 – 19.00 : Menuju ke bandara, cek in dan kembali ke jakarta

Biaya Hari ke-6, 12 Desember 2016

  1. Sewa Mobil = 335.000 : 4 org =@ 83.750/ org
  2. Parkir & Tol = 22.000 : 4 org =@ 5.500/ org
  3. Makan di Palu Basa = 22.000
  4. Makan di Bravo (Jalangkote & Otak-otak) = 13.750
  5. Ayam Goreng Sulawesi 19rb, Sop 1/2 porsi, Air Jeruk = 45.760
  6. Snack & jajan pribadi = 20.000

Total biaya pribadi & share cost Hari ke-6 = Rp 190.760,-

Total Biaya hari 1 s/d 6 =  259.500 + 415.870 + 230.680 + 1.366.407+ 983.357+ 190.760 = Rp 3.446.574,- (diluar biaya oleh-oleh tentunyaaa). Bagi yang tidak diving habis sekitar 1,9 jt (diluar oleh-oleh dan makan menggila).

Bersama dengan formasi anggota baru Kelas Bunga Matahari, kami menjelajahi Sulawesi Selatan bagian utara hingga selatan selama 6 hari. Kami tidak hanya menikmati keindahan alam Indonesia lewat gunung karst tertinggi di Indonesia di Rammang Rammang, ziarah makam dan belajar sejarah budaya Tana Toraja yang tak ternilai harganya, keindahan biota dalam laut Sulawesi Selatan hingga menyaksikan kehebatan nenek moyang kita dalam pembuatan kapal Phinisi yang terkenal dan hingga kini masih tetap mengekspor ke luar negeri.

Tapi yang lebih serunya, perjalanan kali tidak hanya kebahagiaan untuk kami saja, tapi bagi juga membagi kebahagiaan para anak-anak di pelosok negeri Indonesia lewat program kecil kami #sharehappinness. Sampai bertemu dengan program karyawisata Kelas Bunga Matahari berikutnya!

Happiness is only real when shared – Into The wild

 

cindiltravel makassar rammang rammang desa berua

2 thoughts on “6 Hari Jelajah Sulawesi Selatan!

  1. Wah! Cakep dapet itinerary-nya! Ada rincian biayanya juga. Sempet kaget karena keliatan murah. Ternyata belum sama tiket pesawat ya. Hehe. Desember tahun lalu mau ke sana, tapi batal karena ada rencana lain. Saya simpen lah ini itinerary ya. Hehe.

    • Pesawat kadang bisa dapet promo Mas Iyos. Kemarin aku naik burung biru walau promo tetep aja kayak biaya tripnya 😂😂😂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *