Alasan Kenapa Harus TRAVELING ?

Entah dimulai dari kapan jalan-jalan menjadi kegemaranku. Bisa jadi itu turunan dari keluarga (baca : mama dan papa) yang memang suka pulang kampung sekeluarga pake mobil terus mampir ke tengah sawah gelar tiker terus numpang makan atau sekedar mampir di tengah hutan karet makan duren *loh sejak kapan pohon karet berbuah duren. Hahahahaha. Tapi itu cerita aku jaman kecil.

Aku melanjutkan merantau di luar kota semenjak SMU. Entah itu pilihan yang salah atau bukan, masuklah aku ke sekolah dimana semua isinya 1 jenis kelamin yaitu Perempuan + wajib tinggal di asrama + suster dan peraturan yang KETAT. Klo dulu pepatah ini ngetren pasti bilangnya: KELAR deh hidup LOE! HAHAHAHA. Tapi nyatanya ditengah segala tugas sekolah yang berat dan peraturan yang ketat, aku tetep aja bisa jalan-jalan! Jalan-jalan ini cukup aneh bin ajaib, kalau yang lain pilih jalan-jalan ke pantai atau ke gunung, klo kita para cewek-cewek malah pilih tamasya ke Pulau NUSA KAMBANGAN. Tau kan ? Pernah denger kan? Itu loh tempatnya para napi kelas teri

sampe kelas kakap. Dan ternyata dibalik ke“serem”an Nusa Kambangan yang katanya pernah dijadikan tempat “pelemparan bekontainer-kontainer ular liar” yang gagal dibawa keluar negeri ternyata menyajikan alam yang benar-benar alami! Ya iyalah, siapa juga dulu mau mikir liburan ke Lapas Napi Nusa Kabambangan T___T

Selanjutnya adalah pengalaman kabur yang niatnya sih sewa mobil buat acara makan malem yang tempatnya jauh. Berprinsip tidak mau rugi dengan jam sewa mobilnya masih lama, kita malah minta dianter ke Sendangsono, tempat berdoa umat Khatolik. Emang ga ada niatan nginep dimana dan ga kenal siapa-siapa, akhirnya 1 malam dihabiskan berdoa di depan patung Bunda Maria. Entah sang Bunda Maria menjawab doa kita si anak domba yang hilang, eh ada keluarga yang tergerak hatinya melihat kita “tekun berdoa sepanjang malam” padahal sih udah menggigil kedinginan semaleman. Kemudian sekeluarga berbaik hati menyewakan kami 1 mobil GRATIS untuk pulang ke asrama. Kalau kata pepatah itu pucuk dicinta ulam pun tiba! Tapi dasar kami mah anak domba yang masih bandel, bukannya pulang ke asrama, eh kita malah minta dianter ke Pantai Parangtritis terus lanjut ziarah ke Gereja Ganjuran buat ngaku dosa abis kelayapan. Tapi tetep aja sih karena dari awal udah kabur, ya pulang-pulang dimarahin suster dan dihukum! (kalo yang ini jangan dicontoh deh).

Mulai kuliah, makin kenal temen kuliah yang tinggal beda kota. Maklumlah kota ini terkenal dengan sebutan kota pelajar dan perantau. Berbekal suka duka bersama teman-teman selama kuliah, akhirnya kami hampir 1 kelas sering piknik ke rumah teman yang asli luar kota pakai motor a.k.a touring beramai-ramai. Tapi kitanya aja mah suka ngaco. Numpangin rumah temen sampe 16 orang, untungnya temen-temen kita mah baik hati ^_^

Mulai kerja, mulai deh liburannya agak jauhan dikit, pertama sih liburan deket-deket dulu sama temen yang kenal. Eh terus mulai berani keluar kota terus sama orang-orang baru. Beneran ketemunya di bandara kota tujuan. Awalnya ke Ambon, eh terus ke Lombok, eh terus ke Kalimantan eh terus… makin banyak orang yang ga sama dengan destinasi atau tujuan aku. Akhirnya aku berani bikin trip sendiri dengan sistem share cost, jadi aku menentukan titik tujuan dan ittinerary, biaya bersama selama disana dibagi rata dan rata-rata dengan orang baru. Temen deket sempet bingung, apalagi si mamah : ngapain sih jalan jauh-jauh, buang-buang duit mending uangnya ditabung. Belom lagi si kakak, bilangnya liburan kok nyusahin diri. Hidup udah susah, liburan malah pake gaya nyusahin diri, susah sinyal, susah atm, jarang ketemu orang, susah makan, dan bla bla bla. Tapi diluar ceramahan keluarga dan orang-orang sekitar mengenai kegemaranku, menurutku travelling adalah tabungan yang sesungguhnya.

Aku mau sedikit menjelaskan di blog ini, kenapa sebenarnya aku menyukai travelling dan kenapa sebaiknya kita harus travelling ?

  1. Belajar hal baru

Travelling ke tempat baru berarti kita bisa bertemu orang baru, budaya baru, kebiasaan baru, suasana baru sampai dengan cara pandang baru. Terkadang cara pandang baru itu yang memberikan kita kekuatan baru setelah travelling. “Travel brings power and love back into your life” – Rumi.

cindiltravel 9

menggunakan hijab saat di Museum Tsunami, Aceh

2. Mencoba makanan baru!

Kurang lengkap rasanya kalau travelling ga makan makanan khas dari daerahnya, meskipun menantang tapi wajib dicoba!

cindiltravel kima segar

KIMA segar langsung makan

3. Mandiri

Setiap aku travelling, aku selalu berusaha mempelajari budaya dan peta kota tujuan dengan baik. Minimal kota besar dan cara menuju tempat tujuan, walaupun akhirnya tetap tanya pada GPS (Gunakan Penduduk Sekitar). Aku juga menyiapkan ittinerary sendiri, memperhitungkan waktu dan biaya dengan matang, booking kendaraan selama di sana (mobil, kapal, penginapan, dsb). Dan kita akan terbiasa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain di kehidupan sehari-hari. “The journey of a thousand miles begins with a single step” – Lao Tzu

 

cindiltravel 7

keliling Tjong A Fie  Mansion, Medan

4. Belajar menjadi seorang pemimpin

Kadang kala saat perjalanan kita menghadapi masalah dan hambatan, entah public boat yang tidak beroperasi atau bahkan perjalanan yang tidak dapat dilanjutkan karena ada masalah. Karena yang membuka trip adalah aku, maka akan ada pertanyaan ditengah ke-emosian dan keputus-asaan. Belum lagi harus ada keputusan diantara berbagai macam pilihan yang harus diputuskan dengan cepat. Tapi dengan travelling inilah kemampuan leadership dan insting kita dapat terasah.

cindiltravel 1

jalanan penuh liku menuju Gusong Bugis, Belitung

 5. Belajar memahami orang lain

Travelling ke tempat baru saja sudah belajar adat istiadat orang baru. Nah karena liburan versi aku adalah share cost dimana artinya bisa saja berlibur termasuk makan, jalan sampai tidur bareng dengan orang baru selama beberapa hari. Artinya kita akan mempelajari sifat orang baru yang akan menjadi teman selama liburan. Konon katanya kalau kita berlibur penuh dengan kesusahan dan kelelahan (seperti liburan naik gunung) kita akan menemukan sifat asli seseorang, bisa jadi kita malah berantem hebat atau malah benar-benar bersaudara. Dan itu sudah terbukti padaku!

cindiltravel jawa timur_banyuwangi_24

bersama teman baru trip keliling Jawa Timur!

 6. Belajar memahami diri sendiri

Travelling konon katanya sebagai pembelajaran menemukan jati diri. Selama travelling aku menganggapnya sebagai refleksi diri sendiri dengan keterbatasan dan kelebihanku. Travelling sendirian akan memberikan waktu bagi kita untuk berbicara pada diri sendiri di dalam segala situasi yang bisa berubah setiap saat.

cindiltravel pandawa 1

Pantai Pandawa, Bali

7. Belajar berkompromi

Travelling adalah sebuah kompromi. Terkadang kita berharap cuaca akan terus cerah, tapi kita tidak bisa melawan alam. Terkadang kita juga tersesat atau bahkan terlambat menikmati matahari tenggelam. Bertemu dengan orang baru juga tidak semuanya sesuai dengan harapan. Tapi semakin kita melangkah jauh, semakin sering kita menghadapi cobaan di tengah perjalanan tanpa ada orang yang kita kenal, kita akan semakin belajar untuk berkompromi dengan hidup dan mensyukuri segala prosesnya.

cindiltravel 3

hujan badai di atol, Kalimantan

8. Mensyukuri Hidup yang datang cuma 1 kali

Jika pernah mengalami suatu masa yang mempertaruhkan hidup dan mati, pasti kita akan selalu mensyukuri nikmat hidup yang kita terima sekarang bagaimana pun susahnya. Ya, aku pernah mengalami kedingingan dalam hujan badai di tengah lautan di Ambon dengan kapal kayu (long boat) tanpa atap. Tapi bukan dingin yang aku rasakan, tapi ketakutan yang luar biasa. Tapi Tuhan masih baik, kami masih bisa melewati hujan badai dan bertemu dengan daratan dan langit cerah. Belum lagi pengalaman melihat orang di pedesaan penuh dengan perjuangan untuk hal-hal sepele bagi kita yang tinggal diperkotaan. Dan hal itu membuat aku selalu berusaha mensyukuri hidup ini, baik maupun buruk, suka maupun duka. Terkadang berserah membawa kita kedalam kejutan kehidupan yang tak terkira.

cindiltravel 4

anak-anak yang mencari ikan untuk makan sehari-hari di Pantai Lalang, Belitung

9. Ternyata banyak orang baik di luar sana

Semenjak membuat trip, sekarang teman-temanku jadi ada dimana-mana. Ada di Bandung, Surabaya, Balikpapan, dan kota lainnya. Tetapi diluar itu, banyak orang baru yang aku temui dan beruntungnya mereka selalu memberikan kebaikan hingga saat ini. Aku jadi ingat pepatah orang Aceh yang diberikan kepadaku : kalau kamu (pendatang) berbuat 1 kali kebaikan, maka orang Aceh akan membalas 1000 kebaikan. Dan aku benar-benar merasakan keramahan dan kebaikan orang-orang tidak hanya di Aceh, tapi di hampir semua tempat yang rela membantuku selama perjalanan yang membuatku tidak merasa sendirian. Semoga kalian selalu memiliki banyak rejeki dan kebahagiaan.

cindiltravel alasan travel 11

menumpang mobil gratis di kaki Gunung Sibayak, Medan

 10. Home is where your heart is.

Rumah adalah tempat dimana hatimu berada. Rumah bukan berarti dimana kita lahir atau tinggal, tapi setelah kamu menikmati travelling konsep rumah bisa berubah menjadi “dimana kita merasa nyaman dan diterima dengan apa adanya tanpa mengenal siapa kita”.

cindiltravel 10

bermain bersama anak-anak penduduk asli Pantai Lalang, Belitung

 11. Berbagi cerita dan foto untuk orang lain sampai dengan anak cucu

Aku ingin mematahkan asumsi orang-orang yang bilang keliling Indonesia itu mahal, akomodasinya susah, repot, ga bagus, dsb. Aku ingin keliling Indonesia dan berbagi cerita melalui blog ini, bahwa untuk keliling Indonesia tidak harus mahal. Aku ingin semua orang termasuk anak cucuku kelak bisa menikmati indahnya Indonesia yang kaya akan keindahan alamnya, keramahan penduduknya, keberagaman budayanya dan petualangan yang tidak akan habis jika dikelillingi seumur hidup! Bayangkan saja, di Indonesia ada 17.504 pulau dibagi 365 hari, maka membutuhkan 47 tahun lebih jika mengunjungi 1 pulau dalam 1 hari. Dan semoga selanjutnya aku bisa juga keliling dunia. Amiiiiiiin.

DCIM101GOPROGOPR3157.

akhirnya sampai di Tugu Sabang Marauke, Sabang, Aceh! YAAAY!

 12. Dan yang terakhir… Siapa tau ketemu jodoh saat travelling

HAHAHAHAHA. Kalau yang ini mah antara takdir sama bonus. Bisa jadi memang takdirnya ketemu jodoh di perjalanan, bonusnya punya hobby yang sama. Siapa tau jodohnya lagi nunggu di pulau terpencil, atau pantai atau malahan di kursi sebelah pesawat. Siapa yang tau ??? Terkadang takdir memiliki kejutan yang tak terduga kan ?

cindiltravel alasan travel 12

menikmati sunset bersama calon pasangan kelak?

Selama travelling aku menemukan banyak hal yang membuat aku mensyukuri hidup yang tak bisa dibandingkan dengan harta maupun uang. Yang aku dapat selama travelling adalah pelajaran baru tentang kehidupan, alam, orang lain dan menemukan diri sendiri. Pelajaran yang tak akan pernah ada habisnya.

cindiltravel pandawa 2

menikmati pantai

Life is either a daring adventure or nothing at all. — Hellen Keller

0 thoughts on “Alasan Kenapa Harus TRAVELING ?

  1. Pingback: Panggilan Bagi Para Pencinta Tiket Promo Edisi April 2016 | Cindiltravel

  2. Keren banget…!! two thumbs up 4 u dear…jadi semangat lagi pengen travelling kyk jaman muda xixi.. sdh trllu lama off.. nanti boleh donk nanya” yaaaa…who knows bisa join ur trip ^,^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *