Maluku : Mutiara Hitam yang bertaburan di Pulau Maluku

Semangkuk nasi bubur berukuran besar setiap jam makan disiapkan oleh “Mama” (sebutan Ibu di Maluku) selama 3 hari untukku agar aku sembuh dari sakit diare dan masuk angin parah yang aku dapat dikarenakan kondisi badan yang drop akibat lembur bekerja dan salah makan. Apalah daya diriku sakit di sebuah desa kecil di Desa Sawai, Pulau Seram, Maluku Tengah yang membutuhkan waktu tempuh hampir 6 jam dari pusat kota Ambon melalui jalur darat 1 jam – laut 2 jam – darat 2 jam – laut 1 jam. Pak Mantri yang bertugas di desa ini sedang pelatihan ke kota Ambon selama 1 minggu. Tanpa dokter dan obat yang ampuh, perut ini serasa dihujani badai dan petir seperti yang sedang kami alami saat itu hingga sinyal semua provider mati total selama 3 hari. Sekali-kali merasakan liburan benar-benar tanpa komunikasi dengan dunia luar 🙂

Cindiltravel Ambon 10

Beruntunglah aku tinggal di penginapan Lingsar Bahari, saat aku sakit keluarga Pak Ali yang baik hati mau membantu mengurusku, belum lagi Mama yang setiap malam membantu memijit aku sebelum tidur agar aku bisa tidur nyenyak sehingga esok hari aku bisa menikmati indahnya Pulau Seram yang tak akan pernah bisa dilupakan semua orang yang berkunjung ke sini. Tak lupa Mama memasakkan kami papeda kuah ikan kuning, masakan khas Ambon. Mama bercerita pengalamannya berpuasa saat makan papeda yang membuat kita tahan lapar badan kuat beraktivitas jadi papeda membantu aku cepat sembuh.

Cindiltravel Ambon 8

Selama 7 hari menjelajah Maluku bersama 9 teman baru rasanya keberuntungan selalu menyertaiku, mulai dari saat sakit hingga perjalanan wisata singkat kami yang ditemani oleh Pak Ridwan, seorang dosen Universitas Pattimura yang baru kami kenal di Desa Sawai berbaik hati mau meluangkan waktunya selama kami di Ambon.

Cindiltravel Ambon 2

Kota Ambon yang dikenal dengan nama Ambon Manise yang berarti berarti kota Ambon yang indah / manis/ cantik. Kalau kamu menginjakkan kaki di tanah Maluku ini rasanya tidak heran dengan sebutan ini. Sepanjang mata memandang termasuk mendokumentasikan menggunakan kamera jenis apapun, baik kamera ponsel atau kamera profesional, keindahan Pulau Maluku takkan pernah berkurang dan takkan bisa dilupakan. Kota Ambon yang dikelilingi teluk yang indah dan pegunungan hijau. Keramahan penduduknya yang membuat kami berjalan berkilo-kilo meter ditengah malam tanpa ada rasa takut.

Bagi mereka, memandang lautan dengan gradasi warna biru sambil menyantap rujak adalah piknik biasa, tapi bagi kami ini yang namanya menikmati hidup dan alam.

Cindiltravel Ambon 6

Cindiltravel Ambon 3

Bagi mereka, mengarungi lautan dengan pemandangan gunung dan tebing karang ditemani sinar matahari yang malu-malu mulai naik ke atas adalah perjalananan biasa, tapi bagi kami ini adalah hari baru pemberi semangat bahwa akan ada hal baik dan pemandangan indah yang akan kami temui.

Cindiltravel Ambon 1Cindiltravel Ambon 7

Bagi mereka, duduk di atas dek kapal menunggu waktu sampai di pelabuhan ditemani mie instan dan matahari yang ingin kembali tertidur adalah hal biasa, tapi bagi kami ini adalah senyuman penutup hari agar kami terus bersyukur sampai akhir.

Cindiltravel Ambon 5

Bagi mereka, menghabiskan waktu selama perjalanan menyusuri kota hingga sampai di tujuan adalah hal biasa, tapi bagi kami ini adalah perjalanan yang menyenangkan bersama orang, sahabat dan keluarga BARU yang dapat kami ceritakan kelak tentang keindahan alam dan keramahan di negeri kami tercinta.

Cindiltravel Ambon 4       Cindiltravel Ambon 9

*can’t wait for next trip with a new friends

2 thoughts on “Maluku : Mutiara Hitam yang bertaburan di Pulau Maluku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *