Karimun Jawa, Dewadaru di Utara Jepara

Rencana Tahun Baru di Bandung kayaknya bakalan gagal karna penginapan disana udah penuh. Akhirnya aku puter otak buat nyari tempat yang bagus buat dikunjungin mumpung libur panjang Tahun Baru. Rabu, 26 Dec 2012 mulai nyari tiket dan penginapan di Karimun by phone ke beberapa agen tapi hasilnya semua bilang penuh. Akhirnya Kamis, 27 Desember 2012 aku dapet konfirmasi tiket nyebrang Jepara – Karimun.

Bermodalkan kenekatan dan keniatan, akhirnya aku berangkat ke Karimun Jawa.

Perjalanan dimulai hari Minggu, 30 Desember 2012 berangkat jam 5 sore dari terminal Lebak Bulus, naik Bus Shantika kelas eksekutif dengan harga 190ribu/org. Cukup takjub dengan fasilitas toilet, bantal, selimut, ac, tv dan makan malam, maklum ga pernah naik bus antar kota. Tapi ternyata kita ga bisa order tiket PP, akhirnya kita telpon guide kita di Karimun untuk tolong beliin tiket bus balik dari Jepara – Jakarta, untungnya bisa. Jadi tetep bisa balik ke Jakarta.

Senin, 31 Desember 2012, jam 04.30 pagi kita udah sampe di alun alun Jepara. Dengan badan lemes dan kaget gara-gara dibangunin kenek bus, akhirnya kita turun dan disambut tukang becak yang siap anterin kita ke Dermaga Kartini. Sebenernya waktu nawar udah dapet 10ribu, tapi karna kasian sama tukanng becaknya yang udah ngayuh kira-kira 3km dan cerita ke kita tentang kota Jepara, akhirnya kita kasih 20ribu.

Dari depan pintu masuk Dermaga Kartini udah penuh sama mobil plat luar kota yg pada nginep parkir karna pemiliknya lagi berlibur di Karimun.
Kita langsung mampir ke warung Bu Bamban untuk sruput teh manis anget dengan harga 2 ribu saja untuk ngilangin rasa kedinginan selama di bus. Toilet di Warung Bu Bambang ga bisa buat mandi, akhirnya kita pindah ke Warung Bu Diah yang ke arah Home Stay Kota Baru. Bagi orang yang ga mau tidur ngemper di dermaga untuk nunggu kapal bisa tinggal di Home Stay Kota Baru.

Begitu sampai di Warung Bu Diah, ternyata di sini lebih ramai. Numpang mandi/ bab bayar 3ribu, buang air kecil 2 ribu. Berhubung badan harus dibersihin jadi terpaksa mandi. Di warung Bu Diah, kita bisa liat macem-macem orang yang mau pergi ke Karimun. Mulai dari anak backapackeran cuma bawa 1 ransel (kayak aku tapi tetep bawa alat snorkle sendiri), anak koper, anak gunung (bawa tas gunung yg gede-gede), anak laut (bawa tas khusus alat snorkle + kaki katak), sampe anak mall (pake tas jinjing + kacamata bermerek, full make up + bulu mata palsu, mungkin pas nyelem tetep harus eksis). Makan di warung Bu Diah ga terlalu mahal. Untuk 2 porsi nasi lauk ayam goreng, telur, 3 sate sapi, 1 sate ati, sayur nangka, sayur tahu, 2 teh manis anget, total 54 ribu.

Jam 8 pagi kita udah harus naik ke Kapal Express Bahari (kapal cepat Jepara – Karimun jarak tempuh 2 jam). Padahal di karcis tulisannya berangkat 10.30 wib, kita tanya petugas ternyata bener kita tetep brangkat jam 8.

tiket kapal cepat

Pas masuk, ternyata kapalnya lumayan banget, AC-nya dinginnya pooool *disangka ikan beku kali ya kita* posisi duduk kayak di bis. Ada TV yang nyetel lagu dangdut, Bruno mars, Vierra sampe Super Junior dan sepanjang jalan kita disuguhi film Expendables 2. Pas di kapal ada sedikit ketegangan masalah nomor kursi. Jadi sebelum naik coba cek nomor kursi, kalau tulisannya ada nomor, berarti kita dapet kursi di ruangan. Tapi kalau di karcis ditulis kode XL, berarti kita duduk pake bangku tambahan plastik. Sebenernya sih kalau ga ambil pusing ya ga masalah toh akhirnya sampai di Karimun juga harga 84 ribu.

di dalam kapal cepat DSCN0979

Waktu jalan, goyangan ombak ga terlalu gede menurut aku dibanding naik kapal perahu Muara Angke. Mungkin karna di kapal ini lebih nyaman dan waktu di Muara Angke beneran ngerasain ombak masuk ke perahu, jadinya lebih berasa di Muara Angke.

Jam 12 siang akhirnya kita sampai juga di Karimun Jawa dan langsung dijemput sama untuk ke homestay.

DSCN1264

Karimun Jawa

Begitu sampai homestay langsung nyari colokan kabel, dan kita baru sadar kalau listrik mati dan baru hidup jam 5.30 sore. Homestay yg kita tempatin namanya Karimun Indah, dekat dengan puskesmas dan alun alun. 1 kamar isi 2 bed, kamar mandi dalam, ada ac dan kipas. Abis beres-beres kita langsung makan siang. Jam 2 siang kita udah dijemput untuk snorkeling.

Home Stay di Karimun Jawa

Perjalanan di mulai dari Dermaga Kecil Karimun Jawa, ternyata 1 kapal kapasitas banyak ditempatin 3 orang tamu karena yang lain cancel, 2 orang guide (koko dan pedro), 1 pengemudi kapal. Kita puas2in foto di kapal sambil liat2 pulau. Trip pertama kita yaitu snorkeling di Pulau Menjangan Kecil.

DSCN1023

snorkeling

Pas nyemplung langsung liat terumbu karang warna biru, putih, merah dan ikan hias warna warni dari ikan nemo (clown fish), ikan dori, sampe temen2nya yang lain di film Nemo.

IMG_7859

Kita duduk di atas karang dan ikan ikan hias lewat disebelah kita. Malah tim snorkeling sebelah nangkepin ikan nemo sampe dapet 2. Puas snorkeling dan foto dalam air kita lanjut ke Pulau Menjangan Besar tempat penangkaran hiu. Kebetulan aku lagi haid, dan aku pikir klo haid ga boleh berenang sama hiu, tapi kata pedro guide kita ga masalah, alhasil aku ikut nyemplung dan ternyata bisa berenang sama hiu. Perasaannya tetep aja tegang. Namanya juga berenang sama hiu.

2

Selesai snorkeling dan berenang sama hiu, kita balik ke Karimun Jawa dan langsung nongkrong dulu di alun-alun buat ngemil makanan dari penjaja makanan disitu. Harga makanan tergolong murah. Harga gorengan seribuan, minuman 2 ribu. Untuk 1 ekor cumi bakar ukuran 20 cm dihargai 20 ribu, ikan ukuran 20 cm dihargai 25 – 35 ribu dan rasa sambel cocolan untuk cumi bakar seperti sambel rujak, ternyata sambel ini khas Karimun Jawa. Yang paling unik ada kelapa bakar dengan harga 15 ribu yaitu kelapa muda dibakar, dicampur madu, susu kental manis dan jahe membuat rasanya lebih hangat.

3

Setelah balik dari alun alun kita makan malam dan jam 11 malam lewat kita jalan ke alun alun untuk ngerayain Tahun Baru rame rame. Sambil nonton petasan dan lampion terbang di alun-alun, kita nyobain kerang rebus campur yang isinya ada campuran kerang tahu, kerang dara, kerang hijau dan kerang batik. Baru pertama kali nyobain kerang batik, warna dagingnya putih, rasanya gurih, dan lebih kenyal dibanding kerang dara.

Aku dapat kabar bahwa kapal express bahari yang harusnya berangkat jam 2 siang dari Jepara menuju Karimun gagal menyebrang dikarenakan cuaca buruk dann ombak tinggi 3 meter. Kami menutup tahun dengan penuh syukur karena 1 tahun yang penuh berkat dan menyambut tahun dengan penuh harapan.

Jam 8 pagi di tahun yang baru aku udah berangkat kembali menuju ke Dermaga Kecil untuk snorkeling kembali. Aku berangkat bersama 3 tim baru. Kita mulai perjalanan menuju ke Pulau Kecil untuk snorkeling, pemandangan indah sepanjang perjalanan mulai dari pulau-pulau kecil, burung camar sampai kapal tongkang. Sampai akhirnya tiba di pinggir Pulau Kecil kita mulai snorkeling. Kami melihat pemandangan indah di bawah laut, karang karang laut, anemon, ikan warna warni, bahkan saat aku berenang tiba-tiba segerombolan ikan kecil berenang melewati aku.

IMG_7740

Indah banget. Belum lagi sensasi pertama kali berfoto di dalam laut tanpa life jacket (padahal aku ga bisa berenang loh), seru banget.

IMG_7841   IMG_7877

Selesai snorkeling kita menepi ke Pulau Tengah untuk makan siang. Di Pulau Tengah ada jembatan kecil menuju penangkaran hiu yang juga menjadi spot foto yang bagus (foto sinetron cinta fitri di jembatan kalah deh sama di sini). Kami coba masuk ke dalam pulau dan ternyata berujung pada pantai yang sepiiii banget karena orang-orang mungkin malas ke arah belakang. Kami makan siang bersama dengan makanan ikan bakar tanpa bumbu dan rasanya tetap manis dan sambel khas Karimun. DSCN1100DSCN1101pulau tengah

Selesai makan siang kita melanjutkan perjalanan ke Pulau Kecil untuk snorkeling kembali. Di sini pemandangan sekitarnya ada bukit. Pemandangan lautnya juga tetap indah seperti yang ada di pulau pulau lainnya, dan aku juga bertemu bintang laut.

IMG_7742IMG_7739IMG_7787

Kami melanjutkan perjalanan kami ke Pulau Gosong yaitu atol atau daratan pasir di tengah laut, dan akan hilang jika air pasang datang.

pulau gosong, atolpulau gosong, atolpulau gosong, atol

Selesai snorkeling seharian kami kembali ke Dermaga Kecil jam 5 sore dan kembali ke home stay. Malam hari kami mencoba keliling komplek Karimun ternyata komplek rumah tersusun rapi seperti komplek perumahan BTN jadi jangan takut tersesat. Kami mencoba melihat tempat oleh-oleh Karimun Jawa yang jarak tempuhnya sekitar 10 menit dari home stay. Tempat oleh-oleh di Karimun hanya terdiri dari beberapa ruko kecil. Oleh-oleh yang dijual mulai dari baju yang harganya mulai 45 ribu, sarung pantai, gantungan kunci, gelang dan kalung dari kerang laut, rumput laut kering, tongkat kayu sampai dengan keris. Dari sekian barang yang dijual akhirnya aku memilih kaos bahan tipis dengan sablon Dewadaru dengan harga 45 ribu. Dewadaru menjadi salah satu slogan souvenir di Karimun karena dewadaru (Crystocalyx macrophyla) adalah tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah. Selesai membeli oleh-oleh kami berjalan kembali keliling komplek, ternyata ada ATM BRI di Karimun loh. Kami melanjutkan perjalanan, disini banyak tempat peminjaman sepeda dengan harga 30 ribu/ hari dan peminjaman motor dengan harga sewa 75ribu/ hari (belum termasuk bensin harga 6.500/ liter). Kami kembali menuju alun alun dan duduk sambil ngobrol dengan teman teman sesama pendatang sambil makan sate cumi harga 10 ribu / porsi tapi rasanya terlalu asin buat aku.Pagi hari di hari terakhir di Karimun, aku berniat untuk melihat matahari terbit di Pantai Nirwana. Tapi sayang ternyata hujan datang saat subuh, akhirnya aku berangkat jam 8 pagi. Karena jarak cukup jauh dari home stay ke Pantai Nirwana akhirnya kami dipinjamkan motor oleh guide kami. Pantai Nirwana sebenarnya berada di kawasan Nirwana Resort yang memiliki view Pantai di area Resto & Cafe-nya. Cukup membayar 12 ribu per orang kami turun ke bawah dan ternyata view pantai-nya benar-benar indah dan sepi. Pantai berpasir putih, memiliki bebatuan besar, banyak pohon kelapa dan pendopo di area pantai, dan sepi, serasa pantai milik sendiri 🙂

nirwana resort nirwana resort nirwana beachnirwana beach

Sayang kami harus kembali ke home stay karena kami harus ke Dermaga Besar jam 10 pagi untuk kembali ke Jepara dengan Kapal Express Bahari. Akhirnya kami harus berpisah dengan pulau indah di Utara Jepara. Akhirnya kami sampai kembali ke Dermaga Kartini setelah melewati sedikit cuaca buruk selama 30 menit di lautan. Setelah sampai di dermaga kami bersih-bersih dan ke terminal Jepara naik becak dan kembali ke Jakarta dengan Bus Bejeu dengan harga 150 ribu / orang.

Pengalaman & perjalanan baru yang kami lalui di Tahun Baru 2013, semoga menjadi semangat baru untuk mengawali tahun.Selamat Tahun Baru 2013, semoga berkat terus melimpah, dan Tuhan selalu menyertai kita. Amin.

Catatan tambahan :

1. Total biaya yang dikeluarkan selama perjalanan Jakarta – Jepara – Jakarta termasuk transport PP Jakarta – Jepara – Jakarta, 3 hari 2 malam di Karimun, homestay dengan AC di Karimun, makan, tempat wisata, guide dan oleh-oleh = Rp 1.650.000,-/ orang

2. Guide kami selama di Karimun dengan Mas Dikin : HP : 081225680869 / Pin BB : 225530A6

3. Nomor telpon Bus :

Bus Shantika (Lebak Bulus – Jepara):021-68922737 / 085697036376 / 085286181798

Bus Bejeu (Jepara) : 087731007718

4. Peralatan yang wajib dibawa selama di Karimun: kabel listrik tambahan, charger portable untuk hp, obat nyamuk, dry bag yang bisa dibawa ke laut, camera underwater atau bisa pakai paket dari guide, obat-obatan pribadi, jaket.

5. Bulan bagus untuk ke Karimun : April – Agustus, karena ombak tidak tinggi dan cuaca cerah

2 thoughts on “Karimun Jawa, Dewadaru di Utara Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *