Menikmati 3 Pulau kecil di Bali : Nusa Penida – Nusa Ceningan – Nusa Lembongan!

Nusa Penida, sebuah pulau kecil di tenggara Bali yang aku kenal pertama kali bukan karena sebagai destinasi tempat wisata tetapi pernah menjadi tujuanku sejak 4 tahun lalu. Waktu di tanya teman ke Nusa Penida mau ngapain? Aku cuma bisa jawab pengen ke sana aja, melunaskan keinginan yang tertunda tanpa perlu tau harus ngapain dan kemana. Tapi nyatanya, keindahan Nusa Penida mampu menyihir siapa saja yang ke sana. Termasuk aku!

Katanya sih eksplore Nusa Penida yang paling murah meriah adalah naik motor. Berhubung ga bisa bawa motor, jadilah aku mencari temen seperjalanan yang mau eksplore Nusa Penida dan bisa naik motor tentunya ^__^ Hasil pencarian teman seperjalanan dadakan ini mempertemukanku dengan seseorang yang seharusnya kutemui waktu perjalanan di Belitung, eh malah ketemu di Nusa Penida. Hanya berbekal rencana perjalanan dan biaya yang ga sepenuhnya matang, kita pun pergi ke Nusa Penida. Kita baru browsing spot-spot lokasi pasti di Nusa Penida setelah sampai di Bali 😀 😀 😀

Jumat, 7 Oktober 2016
21.50 – 00.40 : Flight Jakarta menuju Bali
00.40 – 01.30 : Perjalanan Bandara Ngurah Rai menuju penginapan di Sanur seharga ga sampe 50rb semalem! Travelmate aku ini beruntung banget bisa dapet promo Donna Homestay, kamarnya juga bersih dan luas.
01.00 – 02.00 : Bersih-bersih dan langsung tidur

Contact Penginapan
Donna Homestay
Jl. Danau Tamblingan No.164, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali
Phone : +62 361 287770

Biaya Share cost :
Uber St. Senen – Bandara Soekarno Hatta : Rp 70.000,-
Taxi Bandara Ngurah Rai – Sanur : Rp 150.000,-
Penginapan di Sanur : Rp 50.000,-
Total Share cost pengeluaran tgl 7 Oktober 2016 : Rp 135.000,- : 2 org = Rp 270.000,-

Sabtu, 8 Oktober 2016

06.30 – 07.00 : Mandi, Packing, jalan
07.00 – 07.30 : Cara menuju Nusa Penida – Nusa Ceningan – Nusa Lembongan ada 2 cara yaitu naik kapal melalui Padang Bai dengan kapal Ferry atau Sanur dengan kapal nelayan atau fast boat dan kami pilih yang terakhir. Dari penginapan kami menuju ke Warung Mak Beng di Pantai Sanur. Aku dapet info kalau mau dapat kursi fast boat di weekend, amannya booking dulu. Apalagi pas aku datang acara festival Nusa Penida. Walaupun sebenarnya sih, kalau nekat langsung datang ke pelabuhan minimal 1 jam sebelum keberangkatan pasti dapat. Kita booking Idola Speed Boat tapi ternyata fast boat ini turunnya di Pelabuhan Sampalan, padahal sebelumnya sudah booking kamar di Losmen Tenang di Toyapakeh. Karena kejauhan, jadinya cancel penginapan dan langsung booking Gepah Garden, yang lokasinya dekat Pelabuhan Sampalan.

08.00 – 09.00 : Naik Fast Boat dari Sanur menuju Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida
09.00 – 10.00 : Nunggu dijemput motor dari Gepah Garden
10.00 – 11.00 : Karena kesalahan sistem aplikasi, 5 kamar yang tersedia di Gepah Garden penuh semua padahal tempatnya lumayan bagus loh! Bli Made yang menjemput kami, menawarkan pilihan tempat lainnya di pavilliun rumah orang yang belakangnya langsung pantai atau di Nusa Garden Bungalow. Daripada di bungalow kita malah pilih numpang di rumah orang. Walaupun ga pakai AC, tapi posisi beneran hadapan dengan pantai dan bonus minta diskon *ga mau rugi.

Bermodalkan peta fotokopi-an dari Gepah Garden dan penjelasan Bli Made tentang rute “sebaiknya lewat mana dan tidak perlu dikunjungi”, akhirnya kita pun siap berangkat menjelajah Nusa Penida!

cindiltravel-peta-nusa-penida

11.00 – 12.00 : Saat perjalanan, kami mampir sebentar ke Pura Goa Giri Putri yang sedang ramai dikunjungi umat Hindu untuk beribadah karena penasaran dengan bentuk Pura yang ada di dalam goa. Sebelum masuk goa, kami menaiki puluhan tangga curam yang cukup melelahkan buatku *elap keringet pake sarung. Saat di dalam, lantunan doa para pendeta dan tetua adat dalam cahaya temaram makin membuat suasana goa terasa magis.

cindiltravel-pura-goa-giri-putri-nusa-penida

12.00 – 15.00 : Perjalanan hampir 1 jam menuju Pulau Seribu & Atuh Beach dengan trek mulai dari aspal, batu, sampai sawah ternyata belum selesai. Untuk mencapai Pulau Seribu yang ada rumah pohon-nya kita harus melanjutkan perjuangan dengan jalan kaki, naik dan turun bukit untuk dapat melihat pulau yang terpisah dari sisi pantai dan deburan ombak dari ketinggian. Tapi dasar aku yang susah kalau urusan turun bukit karena dengkul tremor, yang ada sepanjang jalan turun berhenti muluk! Sehabis trekking melelahkan ga usah khawatir kalau kelaparan, karena di sana ada warung makan yang menyediakan nasi goreng dan minuman.

cindiltravel-pulau-seribu

kecapean naik turun bukit

Tapi sedihnya adalah pas menuju Atuh Beach walaupun jaraknya dari Pulau Seribu dekat, tapi tetep aja harus turun bukit… lagi! Untuk kali ini aku nyerah untuk turun. Aku cukup bahagia kok bisa ngeliat Pantai Atuh dari atas bukit. Suweeer.

cindiltravel-atuh-beach-nusa-penida

Jalan Pulau Seribu menuju Atuh Beach hanya mengandalkan jalan setapak tanpa papan penunjuk arah. Pas jalan pulang aku memilih jalan menjauhi Pulau Seribu, dimana motor kami di parkir. Jadilah kelelahan berlipat ganda. Yo ampuun maap ya travelmate! Anggap aja pemanasan sebelum besok diving.

cindiltravel-atuh-beach

15.00 – 17.00 : Jarak dari Atuh Beach menuju Kelingking Beach ditempuh selama lebih dari 1,5 jam dengan pemandangan bukit dan lembah yang konon katanya kayak Bukit Teletubbis. Sampai di Kelingking Beach rasanya perjalanan dan rasa lelah di Atuh Beach itu terbayarkan dengan melihat si DINO(saurus) tertidur diiringi ombak beralas biru tak berjeda. Jatuh cinta banget sama tempat ini! Berasa liat lokasi shooting “Descendants of the Sun” di Navagio Beach, Zakynthos, di Yunani tapi kurang si-oppa Song Jong Ki

cindiltravel-kelingking-beach-nusa-penida-2

Jatuh cinta sama pemandangan ini!

17.00 – 18.00 : Kalau ngeliat jadwal, seharusnya kami langsung ke Toyapakeh. Mumpung di Bali matahari tenggelam masih lama dan jarak Kelingking Beach menuju Angel’s Billabong ini dekat, jadilah kami langsung ke sana. Dan ternyataaaa jalan menuju ke sana lumayan ancur, tanpa papan petunjuk arah dan ga ada yang bisa ditanya *ya mana ada orang jam segini. Perjalanan nyari si Angel’s Billabong bener-bener perjuangan bersama dua traveler asal Prancis, pake nyasar ke Pura Telaga Sakti Pakraman Sompang sampe jatuh pula (hahaha ini beneran bikin trauma sampe besoknya masih “ngambek” pilih jalan kaki dibanding naik motor). Angel’s Billabong akhirnya ditemukan setelah menembus semak-semak, yang ternyata pintu masuk seharusnya dari Broken Beach. Tapi sayang langit makin gelap dan water blow si Angel’s Billabong beneran bikin ngeri karena air laut sudah pasang, aku pun mengurungkan niat untuk turun dan berenang di air yang dingin.

cindiltravel-broken-beach-nusa-penida

18.30 – 19.30 : Mampir ke Nusa Penida Water Sport, Toyapakeh booking diving.
20.00 – 21.00 : Makan malam di Pasar Mentigi, menu nasi pecel lele.
22.00 – 00.00 : Kembali ke penginapan, mandi, leyeh-leyeh di luar nungguin bintang keluar sambil dengerin ombak. Sayangnya, langit mendung jadi ga banyak bintang yang keluar.

Lihat juga wish list 2016 ku di sini

Share cost :
Sarapan di Sanur : Rp 30.000,-
Uber dari penginapan ke Sanur : Rp 70.000,-
Tiket mobil masuk Sanur : Rp 5.000,-
Penginapan di Nusa Penida : Rp 275.000,-
Sewa Motor 2 hari : Rp 90.000,- (seharusnya Rp 60.000/ hari, tapi kita minta diskon karena ganti kamar)
Tiket masuk Pura Goa Giri Putri : Rp 50.000,-
Sewa sarung untuk masuk Pura : Rp 10.000,-
Parkir di Pura : Rp 2.000,-
Makan siang : Rp 20.000,-
Aqua : Rp 10.000,-
Tiket masuk Atuh Beach : Rp 25.000,-
Bensin : Rp 15.000,-
Tiket masuk Kelingking Beach : Rp 5.000,-
Tiket masuk Angel’s Bilabong : Rp 5.000,-
Makan Malam : Rp 74.000,-
Total Share cost pengeluaran tgl 8 Oktober 2016 : Rp 666.000,- : 2 org = Rp 333.000,-

Contact :
Losmen Tenang, Toyapakeh :
Ibu Siti : +62 878-6109-8228
Kamar non AC Rp 100.000,-/ malam untuk 2 org, AC Rp 150.000,-/ malam. Bisa sewa motor juga.

Gepah Garden, Sampalan
Jalan Raya Batumulapan, Batununggul, Nusapenida, Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali
Phone: +62 813-3837-5508 (Bli Made) bisa sewa motor juga

Idola Speed Boat : +6281808072488

Note : Pastikan saat meminjam motor melakukan pengecekan kondisi motor terutama rem dan lampu karena kondisi jalanan di Nusa Penida tak semuanya kondisi mulus, naik turun bukit dan jalan minim penerangan. Bahkan aku melihat travel asing sengaja pakai alas kain yang tebal di bagian jok biar lebih nyaman selama perjalanan jauh. Sewa mobil memungkinkan di Nusa Penida, mulai dari harga Rp 400.000,- tergantung jumlah spot.

Minggu, 9 Oktober 2016

03.00 : Travelmate aku bangunin katanya banyak bintang keluar. Dan pas aku keluar kamar… ga usah pake kamera apalagi teknik khusus untuk menangkap gambaran gugusan bima sakti dengan bintang bertebaran. Cukup diri di depan pintu kamar, tarik nafas dalam-dalam, mengintip dering antariksa, merasakan denyut laut berdetak mengalunkan angin dan ombak, semua bikin meleleh! Dulu waktu di Pulau Malenge, Kepulauan Togean salah satu staff penginapan bilang kalau mau lihat bintang dan langit yang bagus sekitar jam 2-3 pagi, dimana pemandangannya bikin kita bersyukur sama alam.

04.00 – 07.00 : Lanjut tidur
07.00 – 08.00 : Sarapan, cek out lanjut ke Nusa Penida Water Sport di Toyapakeh.
08.00 – 09.00 : Siap-siap diving
09.00 – 10.00 : Perjalanan ke site Manta Bay, melewati Crystal Bay & Angel’s Billabong.

cindiltravel-crystal-bay-nusa-penida-3

Crystal Bay SIte, cantik tapi juga sulit!

10.00 – 11.00 : Diving di site Manta Bay dan ketemu banyak Manta Ray lagi pada sekolah *berasa lagi nonton film Dori live. Seneeeeng banget!

cindiltravel-manta-ray-nusa-penida

manta ray lagi sekolah, banyaaak 🙂

cindiltravel-manta-ray-nusa-penida-2

aaakh manta-nya lewat depan aku *teriak kegirangan

11.00 – 12.00 : Perjalanan kembali ke Dive Center
12.00 – 12.30 : Makan siang, lagi-lagi aku order nasi goreng.
12.30 – 13.00 : Naik boat menuju site Toyapakeh

13.00 – 14.00 : Diving di site Toyapakeh. Pertama kalinya DRIFT DIVE. Drifting di darat aja susah, apalagi di dalem laut. Rasanya??? Masih inget film Finding Dori pas adegan ayahnya Nemo ga kuat ngikutin arus kenceng dan terus pegangan sama ayah penyu selama terbawa arus? Nah kurang lebih aku-lah yang jadi si ayahnya Nemo T___T. Berasa lagi di-“blender” sepanjang diving, berusaha posisi lurus tapi malah kebolak-balik terus. Kalau bisa videoin divingnya berasa lagi di ruang antariksa yang muter-muter ga jelas. Belom lagi kelempar keluar dari arus dan pas mau balik lagi ke rombongan, rasanya ga sampe-sampe *ya iyalah wong ngelawan arus. Dan pas mau naik ke 3 meter dan naik boat pake pegangan tali biar ga dibanting sama ombak eh malah dapet bonus disengat ubur-ubur *kenapa ga sama spongebob sekalian. Konon katanya kalau mau diving di Nusa Penida kalau bisa sudah level Advance dan experience lumayan banyak, apa kabarnya aku yang anak kemarin sore? Berasa jadi anak nemo yang kehilangan arah tapi beruntung masih selamat.

14.00 – 14.30 : Kembali ke Dive Center.

14.30 – 16.00 : Menuju ke Warung Coco Resort Penida, penginapan selanjutnya. Percaya ga percaya setiap malem, kami pindah penginapan. Sampai di resort langsung senyum bahagia… Resort yang hanya punya 12 kamar ini memberikan rasa tenang, nyaman, karena tempatnya jauh dari keramaian kota, banyak pohon rindang dan staff-nya ramah-ramah. Bentuk kamar seperti lumbung, rumah khas Lombok dengan interior etnik serta ukuran kamar yang luas banget *rasanya bisa diisi 10 orang, mau guling-jungkir-balik-bebas. Bisa disebut kami flashpacker yang naik kelas!

cindiltravel-warung-coco-resort-nusa-penida

kamarnya luaaaaas banget!

Resort ini recommended banget buat yang pengen menyepi atau honeymoon tapi sayangnya ga enak di kantong buat para backpacker o_O Berhubung jarak dari resort ke Crystal Bay itu deket banget, jadilah kita leyeh-leyeh berenang sambil berjemur di resort. Gayaaa ;P

cindiltravel-warung-coco-resort-nusa-penida-2

16.30 – 18.30 : Niatnya mau ngeliat sunset di Crystal Bay, ternyata pas sampe mendung. Ya udah lanjutin aja numpang tidur di pinggir pantai mandangin langit sampe mau gelap. Pas pulang pake drama ban motor bocor dan aku pilih jalan kaki gelap-gelap-an dibanding naik motor tapi berasa naik roller coaster *__*

cindiltravel-crystal-bay-nusa-penida

19.00 – 20.00 : Sebenernya pengen makan seafood di pinggir pantai, ternyata di Crystal Bay tempat makan tutup kalau malam. Akhirnya pilih makan malem di Namaste Bungalows, penginapan di seberang Coco Penida yang rasanya standart dan harganya sekitar Rp 40.000.-/ porsi.
20.00 – 22.00 : sampe penginapan, mandi, tidur.

Share cost :
Parkir Crystal Bay Rp 5.000
Makan Malam di Namaste Bungalows : Rp 121.000,-
Kamar Warung Coco Resort Penida : Rp 616.159,-
Total Share cost pengeluaran tgl 9 Oktober 2016 : Rp 742.159,- : 2 org = Rp 371.080,-

Contact :
Dive Center : Nusa Penida Water Sport
www.nusapenidawatersport.com
Phone : +62 87862264544 (Aliandro)
Diving License Rp 900.000,- Non Licence Rp 1.200.000,-2x dive include makan siang.
Note : Lebih baik booking 1 hari sebelumnya, jauh-jauh hari lebih baik.

Warung Coco Resort Penida  
Jalan Raya, Sakti, Nusapenida, Kabupaten Klungkung, Bali 80771
Phone: +62 361 763102
www.warungcocoresort-penida.com
Note : coba cek promo di beberapa situs travel, siapa tau dapat harga promo.

Senin, 10 Oktober 2016

07.00 – 08.00 : Mandi
08.00 – 09.00 : Sarapan
09.00 – 09.30 : Cek out dan menuju Toyapakeh

09.30 – 10.00 : Sewa kapal dari Pelabuhan Toyapakeh menuju Jembatan Kuning, Nusa Ceningan. Kapal untuk umum adanya jam 6 pagi dengan harga Rp 25.000/ org. Alternatif lainnya patungan dengan penumpang yang searah tapi mesti punya stok waktu banyak buat nunggu kuota penuh. Harga sewa kapal rute Toyapakeh – Jembatan Kuning Rp 150.000,- s/d Rp 250.000,- sedangkan tujuan Jungut Batu, Nusa Lembongan Rp 350.000/ kapal dan bisa ditawar sesuai keahlian negosiasi.

cindiltravel-peta-nusa-ceningan-nusa-lembongan

10.00 – 10.30 :  Sampai di Jembatan Kuning, yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan kami mampir warung yang berjejer untuk sewa motor. Ga usah khawatir buat cari motor selama di Nusa Ceningan atau Lembongan karena caranya gampang. Tinggal bayar lunas sewa motor yang harganya Rp 80.000,-/ hari, tanpa jaminan ktp atau apapun. Dan kalau kembaliin motornya, ga usah balik ke lokasi peminjamanan, tinggal SMS lokasi motor dan tinggalin kunci di motor *__* takjub!

cindiltravel-jembatan-kuning-nusa-ceningan

Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan

10.30 – 12.00 : Keliling Nusa Ceningan bermodalkan GPS pake nyasar ke tempat-tempat kece. Mulai dari kandang babi tapi pemandangan di seberangnya keren banget sampai ke spot-spot umum turis lainnya kayak Ceningan Cliff, Secret Beach, sebelahnya Mahana Point (tempatnya sepi dengan ombak lebih dahsyat), Mahana Point, Blue Langoon. Spot-spot di Nusa Ceningan kebanyakan adalah lokasi cliff jumping yang menantang adrenalin dengan harga Rp 25.000,- cuma buat sewa ban naik ke atas. Tapi kenyataannya tetep aja aku mah ga berani, mending duduk manis dengerin suara gulungan ombak 😀 😀 😀

cindiltravel-nusa-ceningan-2

nyasar ke kandang babi, eh gede bangeeeet babi-nya *___*

cindiltravel-nusa-ceningan

di seberang kandang babi, pemandangannya bagus banget!

cindiltravel-ceningan-cliff-nusa-ceningan

cindiltravel-mahana-jump-point-nusa-ceningan

Lompat cuma bayar 25K bonus ban buat ke atas. Mau?

12.00 – 13.00 : Makan siang di Le Pirate Beach Club. Walaupun katanya harga menu makanannya ga masuk akal buat orang yang jalan ala-ala backpacker tapi kami tetap menguatkan hati. Kenyataannya, suasana penginapan yang imut-imut nan fancy bonus pemandangan pantai kayak di foto-foto yang beredar di social media harus dibayar dengan tagihan nyaris 450ribu. Sebut saja kami yang “kekinian”. HAHAHA.

cindiltravel-lunch-menu-le-pirate-beach-club-nusa-ceningan

cindiltravel-le-pirate-beach-club-nusa-ceningan

13.00 – 15.30 : Puas menjelajah Nusa Ceningan kami melanjutkan ke Nusa Lembongan menuju Pelabuhan Jungut Batu untuk beli tiket fast boat menuju Sanur jam 16.00. Pas tanya di loket pertama, katanya habis. Sempet kaget, duh kan harus tetep pulang. Akhirnya kami cari ke loket yang lainnya, dan ternyata masih ada di Rocky. Ternyata kalau untuk turis lokal harga tiket Rp 75.000,- sedangkan turis asing Rp 150.000,- jadi ga heran kenapa turis asing yang diutamakan.

Lihat tulisanku tentang Sensasi Naik Kapal Pesiar ke Nusa Lembongan di sini

13.30 – 15.30 : Dengan waktu yang tersisa, kami jelajah Nusa Lembongan dengan pilihan tempat yang mudah dijangkau seperti Dream Beach, Devil’s Tears Bay (ini tempat yang paling bikin rela berjemur lama buat ngeliat pelangi berkali-kali tanpa perlu menunggu hujan datang), Mushroom Beach.

cindiltravel_devils-tears-nusa-lembongan

Sukaaaa banget sama hempasan ombak ke tebing dan pelangi-nya!

16.00 – 17.00 : Perjalanan fast boat dari Pelabuhan Jungut Batu ke Pantai Sanur

cindiltravel-fastboat-nusa-lembongan
17.00 – 18.00 : Mandi di Pantai Sanur
18.00 – 20.00 : Travelmate-ku ketemu temennya, jadilah kami ditraktir makan di daerah Kuta. Hehehe makasih loh, jadi ikutan ditraktir 😀 😀 😀
22.30 : Flight Bali menunju Jakarta

Share cost :
Ganti ban motor : Rp 60.000
Sewa Boat dari Nusa Penida ke Nusa Ceningan : Rp 150.000,-
Sewa Motor di Nusa Ceningan : Rp 80.000,-
Makan siang di Le Pirate Beach Club : Rp 448.500,-
Tiket Fast Boat dari Nusa Lembongan – Sanur : Rp 150.000,-
Isi bensin di Nusa Lembongan : Rp 10.000,-
Numpang mandi di Pantai Sanur : Rp 10.000,-
Aqua : Rp 22.000,-
Total share cost pengeluaran tgl 10 Oktober 2016 : Rp 930.500,-
Per org : Rp 465.250,-

Total Pengeluaran selama di 3 pulau :
Share Cost Rp1.304.330,-/ org + biaya diving Rp 900.000,- = Rp 2.204.330,-

Selama keliling Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan aku paling suka di Nusa Penida. Walaupun secara ukuran pulau lebih besar tetapi Nusa Penida lebih sepi pengunjung dengan suasana masih terasa seperti di kampung. Untuk penginapan di Nusa Penida tersebar diberbagai area yang jaraknya cukup berjauhan. Daerah Toyapakeh terkenal lumayan paling “hidup” alias ramai dan murah karena posisi di pinggir pantai dan tempat kapal umum berlabuh, walaupun sebenarnya masih tergolong sepi dibanding pelabuhan di pulau Bali. Tidak perlu khawatir kalau tidak dapat kamar di Nusa Penida, buktinya kami bisa numpang di pavilliun rumah orang. Kalau dapat penginapan jauh dan sepi? Aku malah suka! Urusan makan, walaupun mencari warung makan tidak semudah dipinggir jalan kota besar, tapi masih dapat dijangkau selama berkendara naik motor. Banyak lokasi yang dapat dikunjungi selama di Nusa Penida, termasuk kegiatan olah raga air mulai dari snorkeling, diving, sea walker, berenang dan lainnya. Selama berkeliling di Nusa Penida perhatikan waktu dan jarak tempuh karena beberapa lokasi memiliki jalan yang tidak dalam keadaan baik. Sebenernya pengeluaran selama di sana bisa banget lebih murah, tapi berhubung aku dan travelmate sepakat sedikit royal untuk kamar dan makan di hari terakhir jadilah kita bukan lagi ngirit-ngirit tapi foya-foya 😀 😀 😀

Baca juga tulisanku lainnya tentang Bali : Jatuh Hati pada Ubud! di sini.

Jika aku boleh menyamakan Nusa Penida adalah Ubud versi laut dimana tempat kesunyian bersemayam dalam mencari pemenuhan spiritual maka Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan seolah Pantai Kuta dan Legian dimana hingar bingar dunia terdengar ke seluruh negeri sepanjang hari, walaupun tidak seramai di Kuta sesungguhnya. Cafe dan penginapan berkonsep backpacker dengan harga murah hingga resort kelas jutaan per malam sangat mudah ditemui di sini. Mengunjungi Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan tanpa perlu menginap sangat mungkin dilakukan. Tapi tak ada salahnya jika ingin menikmati waktu lebih banyak karena banyak kegiatan yang bisa dilakukan selain hanya mengunjungi lokasi yang pasti bikin hati terkagum-kagum, mulai dari kegiatan olah raga air, naik perahu mengunjungi hutan mangrove, free diving dan selfie bersama patung Buddha di bawah laut, dan yang tak kalah serunya merasakan terjun bebas dari tebing karang tinggi!

Kelliling Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan kali ini beneran jadi penutup wish list 2016 yang tak terduga, mulai dari hanya membayar hutang 4 tahun lalu, bonus boleh diving karena tahun ini “tiba-tiba” ambil lisensi diving sampai ketemu tempat-tempat bagus selama di sana. Aku selalu percaya bahwa kata-kata adalah doa, sisanya biarkan kejutan yang datang tiba-tiba. Jadi tunggu apa lagi? Just pack your bags and go!

If you can’t stop thinking about it, don’t stop working for it.

cindiltravel-kelingking-beach-nusa-penida-3

One thought on “Menikmati 3 Pulau kecil di Bali : Nusa Penida – Nusa Ceningan – Nusa Lembongan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *