Youth Over Flowers Africa!

Oke… maafkan ya… aku harus mengaku bahwa aku hanyalah perempuan biasa yang ga tahan godaan sama cowok-cowok imut keluaran Korea! HAHAHA. Walaupun dimaki atau dicaci, buktinya penyuka drakor (singkatan dari drama korea) tiada matinya sama halnya dengan sinetron India dari jaman aku kecil sampai akhirnya sekarang booming lagi. Aku suka drama korea sejak jaman SMP berlanjut sampe sekarang, alasan suka mulai dari plot cerita yang sederhana menjual mimpi sampai para pemainnya yang imut-imut ^__^ Bahkan aku sempat menularkan virus demam drama korea ke temen-temen kuliah padahal itu cowok semua *serius sampe nonton rame-rame.

Tapi berhubung aku cuma penikmat aja, jadi ga mungkin sampe bisa bikin cerita sinopsisnya di blog. Kali ini pengen banget nulis review drama korea yang berlanjut ke reality show tentang jalan-jalan atau travel ala semi backpacker yang diculik dan ngurus perjalanannya sendiri.

Akhir tahun kemarin aku suka banget sama drama korea Reply 1988 cerita drama keluarga, persahabatan dari kecil sampai dewasa yang berujung juga pada cinta-cinta-an. Ibarat sayur, drama korea tanpa cerita cinta, bagaikan sayur asem tanpa garem. Hambar tak berasa. Cerita ini mengambil plot tahun 1988 tentang 5 keluarga yang hidup bertetangga. Drama ini mengajarkan hidup rukun dan berbagi bersama lingkungan sekitar seperti saudara sendiri, ya kalau dipikir-pikir ya siapa lagi yang paling dekat yang bisa membantu kita kalau bukan keluarga satu rumah dan orang-orang sekeliling kita seperti tetangga. Masuk akal bukan ?

Continue reading

Yuk, Ganti Tas Plastik Berbayar dengan Tas Lipat Serbaguna!

Bagiku yang sering berkerja visit mall to mall (padahal sih pengennya visit pantai dan gunung -__- ), pulang kerja sukanya mampir ke supermarket sekedar untuk belanja kebutuhan rumah dan perut atau iseng-iseng liat barang promo buat analisa studi kasus (padahal sih teteeeep… cewek ga jauh-jauh dari promo ^__^ ). Seperti biasanya, selesai menuntaskan segala pekerjaan hari di suatu mall di pusat Jakarta, aku pun berjalan ke lantai bawah untuk membeli barang yang bisa dibeli πŸ˜€ Ketika masuk ke dalam supermarket, hanging mobile atau papan informasi dan promo yang digantung di atas menjuntai ke bawah dengan posisi eye level berisi promo harga tas serbaguna yang dapat dibeli dengan harga miring.

Hmmm.. akhir-akhir ini aku sering mendengar berita tentang wacana tas plastik sudah tidak gratis lagi alias berbayar seperti peraturan di negara maju. Konon pemerintah Indonesia mencoba memberlakukan peraturan tas berbayar guna mengurangi limbah plastik untuk menuju Indonesia Bebas Sampah 2020. Sebenarnya dari dulu Continue reading

Belajar Bersyukur untuk Bahagia

One of my dream, ketemu sama salah satu penulis idola yaitu “Samuel Mulia” yang tulisan pedasnya bisa bikin berkaca dan menampar diriku sendiri. Entah kenapa akhir tahun lalu, aku bilang sama Bosku salah satu mimpiku itu yang terlihat sepele bagi banyak orang.

Beberapa hari lalu aku membaca sebuah buku yang menceritakan ensensi kebahagiaan : bahwa belum tentu KAYA itu menjadikanmu bahagia jika takut suatu saat miskin, belum tentu keSUKSESanmu menjadikanmu bahagia jika Continue reading

Menulis untuk Berbagi

Berniat untuk menulis kisah perjalanan kemarin ke Bali, ternyata melihat list posting ini adalah tulisanku yang ke 110. Rasanya MASIH GA PERCAYA bisa nulis sampai 110 cerita di blog cindiltravel *tepuk tangan dalam hati sambil mata berkaca-kaca melow terharu. Dan mulai tulisanku ke 110 ini, aku memutuskan mulai menulis tidak hanya mengenai tentang cerita perjalananku menjelajah negeri ini tetapi aku ingin berbagi hal-hal mengenai celotehan dan pikiranku tentang dunia sekitar dan kehidupan yang dapat aku bagikan di blog ini. Mungkin akan membosankan tapi mudah-mudahan masih bisa dibaca, setidaknya sebagai dongeng pengantar tidur πŸ˜€

write2.20disilvistro

Melalui tulisan ini aku ingin menceritakan awal mula kenapa aku tiba-tiba kepikiran menulis. Aku percaya bahwa memori manusia tidaklah berkapasitas besar seperti hardisk sehingga aku tak mungkin sanggup menyimpan semua memori dalam otakku. Ada memori yang disimpan dan kemudian akan menjadi kenangan, sisanya akan hilang dengan berjalannya waktu. Sayang jika memori itu Continue reading

My Wish List 2016

Ceritanya sih setiap tahun aku selalu bikin wish list dari keinginan yang pribadi sampai tujuan nge-β€œbolang” alias jalan-jalan. Nah yang ke-2 itu biasanya jadi alasan penyemangat buat nabung dan kerja selama satu tahun. Katanya sih setelah liburan itu pikiran dan tenaga ter-charge ulang. Makanya buat para pekerja dengan pressure tinggi perbanyaklah liburan dan ibadah. Liburan biar otak segar, ibadah biar deadline mengikuti jadwal liburan. Ameeen *doa yang kenceng. Padahal sih setelah pulang liburan malah pengen balik liburan lagi o_O

Karena ini blog isinya tentang jalan-jalan, maka isi wish list-nya juga tentang wish list tempat-tempat yang mau disinggahi *kalau isinya wish list keinginan pribadi kayaknya bisa bikin novel berseri ;D Biasanya aku nulis wish list itu setelah Tahun Baru, tapi ternyata sebelum hari pertama di tahun 2016 di mulai beberapa wish list sudah ada progress setengah jalan *loncat sambil kayang walau cuma bisa di alam mimpi ^_^

Kalau boleh review My Big Wish 2015 yang udah Continue reading