Sulawesi : Daun Kelor, Dari Peribahasa Menjadi Sayur Uta Kelo

Pasti sering denger peribahasa : Dunia tak selebar daun kelor. Pada tau ga artinya ? Artinya agar bahwa kita harus jalan-jalan biar tau luasnya dunia *kalo ini ngaco deh, mentang-mentang suka ngukur jalan malah bikin peribahasa O____O. Ok, sebenernya arti dari peribahasa itu adalah “jangan mudah putus asa dalam menghadapi keadaan atau kegagalan, karena dunia itu luas dan masih kesempatan baru” selama kita mau berusaha. Terus apa hubungannya Daun Kelor sama cindiltravel?

Waktu berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah aku ditawarkan menu UTA KELO katanya sih salah satu makanan khas Sulawesi Tengah. Dengan polos aku tanya, apa itu Uta Kelo ? Daun Kelor. Apaaaaa??? Daun kelor itu bukannya yang ada di peribahasa yang suka dihapalin anak-anak SD ya? Emang Daun Kelor bisa dimakan???? —> kalo Continue reading

Sulawesi : Kenikmatan Kaki Lembu bernama Kaledo

Hari Minggu, hari terakhir dipenghujung minggu sebelum memulai hari esok penuh dengan gempuran pekerjaan biasanya orang-orang akan menikmati hari dengan berisitirahat atau malah memuaskan diri menghadapi hari Senin, HAHAAHHAA ini mah cara aku banget. Kalau puasa begini enaknya tuh makan sesuatu yang spesial, alias makan besar *sok tau… puasa aja kagak *_* Nah kali ini referensi menu dari cindiltravel adalah makanan khas dari Donggala, Sulawesi Tengah.

Aku berkesempatan makan makanan khas Sulawesi Tengah waktu jalan-jalan ke Palu. Sejak pertama kali mau jalan-jalan ke Sulawesi sudah ngincer yang namanya KALEDO. Seperti biasanya, selain titik tujuan wisata aku pasti browsing tentang makanan khas daerah wajib dicoba! Pilihanku dari awal memang ternyata tak salah! Ujang, saudara Mba Rona teman perjalananku awalnya menawarkan untuk makan KALEDO di tempat asalnya di Donggala yang sering didatangi para artis hingga pejabat tinggi, tetapi warung yang terkenal itu hanya menyediakan satu jenis menu saja. Berhubung kami juga ingin mencoba menu lainnya, jadilah kami dibawa ke sebuah rumah makan yang cukup terkenal di kota Palu, yaitu Continue reading

Sulawesi : Banyak Jalan Menuju Togean

Ada pepatah mengatakan bahwa Banyak Jalan Menuju Roma makanya aku juga percaya juga bahwa banyak jalan menuju TOGEAN. Hahaha. Maksa! Wong arti pepatahnya ada dimana ada ke”mau”an disitu ada jalan. Loh sama aja kan ??? Dimana sama-nya ? Kalau kata kakak aku, dia ga bakalan liburan versi aku deh, dimana-mana serba susah, cara menuju ke tempat liburannya aja susah. Emang beneran susah ? Kalau susah, buktinya aku bisa pergi dan kembali lagi kok Kak, yang penting kan Continue reading

9 Hari Menjelajahi Pulau Togean, Sulawesi Tengah

Tahun lalu berbekal keisengan dengan Mba Rona, teman biasa jalan keliling mall, kolam renang dan backpacker-an pedalaman Indonesia (ga dalem-dalem amat sih) kita berdua di acara Travel Fair awalnya beli tiket tujuan kota pilihan masing-masing. Terus kepikiranlah beli tiket berdua kota tujuannya udah kayak mau suit aja pilih Ternate apa Togean, padahal yang nungguin antrian tiket kita udah panjang di belakang. Akhirnya aku pilih backpacker ke Togean karena belum pernah menginjakan kaki di pulau Sulawesi. Selain itu Togean juga terkenal dengan zona transisi garis Wallace dan Weber yang menyajikan rimbunan karang laut subur beserta hewan laut lainnya.

cindiltravel pulau togean

Kita memilih tiket pesawat pulang pergi Jakarta – Palu. Sebenarnya Togean bisa dituju dengan penerbangan Jakarta – Palu / Luwuk / Gorontalo. Setiap kota pilihan ada kosenkuensinya, kita pilih jalur via Palu karena kota besar dan mudah untuk menuju pelabuhan Ampana dengan naik mobil travel selama kurang lebih 10 jam. Luwuk – Ampana juga bisa ditempuh dengan mobil travel dengan lama perjalanan 5 jam. Sedangkan Gorontalo harus ditempuh dengan kapal ferry yang jadwalnya hanya ada setiap Senin & Kamis. Pertimbangan perjalanan laut yang tergantung cuaca membuat kami memilih jalur darat.

Seperti biasa aku mencari teman share cost dibeberapa situs forum jalan-jalan. Dengan waktu perjalanan 9 hari akhirnya yang konfirm
Continue reading