Belitung : Keindahan dibalik Ironi Danau Kaolin

CIndiltravel Danau Kaolin Belitung 5

Sebuah Danau biasanya ditemani dengan pemandangan rerumputan hijau dan pepohonan rindang, tapi kali ini aku berkunjung ke sebuah Danau di pulau Belitung yang dikeliliingi dengan pegunungan berbatu berwarna putih. Pemandangan yang sungguh indah di mata bahkan terlihat apik di kamera ponsel. Kenyataannya lukisan alam ini terbentuk karena sebuah cerita miris, bukan cerita legenda kebanyakan dongeng anak kecil yang sekarang sudah mulai menghilang. Namun ini adalah cerita miris yang sekarang masih terjadi dan entah sampai kapan berakhir.

CIndiltravel Danau Kaolin Belitung 6

Belitung yang terkenal dengan kekayaan alam menjadikan perusahaan besar berlomba-lomba mengeruk hasil bumi. Salah satunya adalah KAOLIN, sebuah tanah liat halus berwarna putih yang dikeruk di dalam tanah, kemudian diolah menjadi bahan komestik, pasta gigi hingga bahan baku obat diare. Perusahaan meratakan pohon, mengeruk tanah merah, mengeluarkan kaolin, meninggalkan lubang besar dan gunungan pasir putih terbengkalai di sana sini. Lubang-lubang besar kemudian terisi oleh air hujan menjadikannya sebuah danau buatan. Pantulan cahaya matahari terik di dasar lubang berwarna putih menyilaukan warna biru tosca yang indah.

CIndiltravel Danau Kaolin Belitung 4

Jarak Danau Kaolin dengan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Airport memang tak jauh, cukup beberapa menit saja kita sudah bisa melihat lubang-lubang yang indah ini. Aku memang menyiapkan waktu siang hari untuk melihat danau yang kini menjadi tempat wisata dadakan bagi para pelancong sepertiku. Perkiraanku adalah, terik matahari akan menimbulkan efek warna air biru dan pasir putih terlihat kontras dan dramatis. Sayang, langit gelap memayungi Danau Kaolin siang itu. Hembusan angin kencang tak menyurutkanku untuk melihat seperti apa dasar Danau Kaolin.

CIndiltravel Danau Kaolin Belitung 2

Aku berjalan menyusuri tumpukan pasir putih yang kini menjadi tebingnya. Sinar biru di dalam dasar danau buatan ini tetap memperlihatkan dirinya. Aku berpijak dengan cermat di setiap langkah karena bisa saja salah pijak justru membuatku jatuh ke dalam danau. Bahaya tentunya jika sampai tercebur ke dalam danau, karena larangan untuk berenang di danau memang tertulis pada papan di area ini.

CIndiltravel Danau Kaolin Belitung 3

Tak hanya itu, aku memandang di seberang jalan danau-danau ini terdapat tumpukan pasir putih disana sini bagaikan tumpukan gunung salju. Hasil limbah pasir itu tidak diberdayakan oleh perusahaan, hanya meninggalkan lubang-lubang menganga dan gunung yang semakin banyak. Mungkin sekarang kita bisa melihatnya sebagai sesuatu yang indah dalam bidikan mata dan kamera, tapi kelak akankah anak dan cucu kita akan merasakan hal yang sama saat semakin banyak lubang menganga tanpa usaha pembenahan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *