Jelajah Gunung Anak Krakatau : Akhirnya Mendaki Gunung Aktif!

gunung anak krakatau

Gunung Krakatau berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Tanggal 27 Agustus 1883 terjadi letusan besar dan menghancurkan sekitar 60% tubuh Krakatau di bagian tengah sehingga terbentuk kaldera dengan diameter +/- 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan, awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa dan menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Kegiatan vulkanik di bawah permukaan laut terus berlangsung dan periode 1927-1929 muncul sebuah dinding kawah ke permukaan laut sebagai hasil erupsi. Pertumbuhan ini terus berlangsung membentuk pulau yang disebut Anak Krakatau yang memiliki gunung aktif (sumber : wikipedia).

Aku awalnya berencana berangkat jam 3 pagi dari Pulau Sebesi menuju Anak Krakatau untuk menikmati matahari terbit di sana. Sayangnya hujan turun cukup deras sehingga aku baru berangkat 6 pagi. Saat akan berangkat kepala desa sudah berpesan bahwa ombak cukup besar hari ini sehingga kapten kapal harus berhati-hati. Dan ternyata saat di tengah perjalanan yang tadinya aku di atas kapal terpaksa turun masuk ke dalam kapal karena goncangan ombak yang membuat kami terbanting-banting di atas. Saat di dalam kapal ini adalah pengalaman pertamaku melihat hampir seluruh penumpang kapal mabok dan jackpot termasuk aku… Oh tidaaak…

gunung anak krakatau 2

Setelah 3 jam terombang-ambing di lautan luas… akhirnya kita sampai juga di Gunung Anak Krakatau. Akhirnya! Lega rasanya tau akan menginjakan kaki di bumi kembali. Begitu keluar dari kapal, langsung bengong ngeliat pasir pantai yang berwarna hitam kelam. Kaki rasanya kayak ditaburin lada hitam 😀

Ternyata Pulau ini hanya dihuni oleh penjaga Gunung yang bergantian waktu jaga dengan 1 rumah tinggal dan 1 toilet. Catatan bagi perempuan, sebaiknya siapkan kain panjang jika ingin buang air kecil, karena waktu kemarin aku ke sana toiletnya tanpa pintu.

gunung anak krakatau

Setelah kami turun, kami diberikan pengarahan oleh ranger atau petugas penjaga Gunung Anak Krakatau mengenai pengenalan, panduan dan peraturan di area Gunung Anak Krakatau. Panduan yang diberikan adalah ciri-ciri dan apa yang harus dilakukan jika gunung tiba-tiba “batuk”. Setelah mendengar panduan dari penjaga, kami berdoa dan langsung berjalan untuk mendaki Gunung Anak Krakatau. Selama perjalanan kita akan melewati pepohonan cemara dan semak-semak. Jalan setapak dengan pasir berwarna hitam dan tidak merata. Semakin mendaki ke atas maka vegetasi semakin tidak ada karena suhu panas tanah dan tanah yang dipijak semakin berbatu dan tidak merata. Siapkan stamina yang baik untuk mencapai ke atas karena jarak dan kemiringan gunung yang di daki cukup berat bagi orang yang ga pernah olah raga. Hehehe…

gunung anak krakatau 6

Jika lelah mendaki di tengah perjalanan, maka beristirahatlah di tempat yang aman seperti bongkahan batu yang cukup besar untuk duduk. Cobalah pandang ke bawah dan kita akan melihat lukisan indah yang dibuat oleh Tuhan. Kita bisa melihat Pulau Panjang, Pulau Sertung dan Gunung Krakatau di antara lautan luas.

pulau sertung krakatau 2

pulau panjang gunung anak krakatau

Setelah sejenak istirahat segeralah bergegas untuk kembali mendaki. Sebaiknya sih memang jangan pernah berhenti melangkah, karena lebih baik terus berjalan walaupun langkah semakin kecil. Jika kita berhenti sebentar maka akan berat untuk melangkahkan kaki kembali seperti memulai dari awal.

Akhirnya sampai juga di salah satu puncak Anak Gunung Krakatau! Dari sini kita bisa melihat asap yang keluar dari puncak gunung dan merasakan panasnya  pasir di kaki. Selain itu kita bisa melihat puncak Gunung Krakatau di seberang. Terbayar sudah perjalanan terombang ambing di lautan lepas selama berjam-jam dengan berada di salah satu gunung aktif  dan melihat salah satu keindahan di Indonesia.

gunung anak krakatau 1

gunung krakatau 4

gunung krakatau 3

gunung krakatau 1

0 thoughts on “Jelajah Gunung Anak Krakatau : Akhirnya Mendaki Gunung Aktif!

  1. Pingback: Jelajah Gunung Anak Krakatau : Persiapan Menuju Lokasi | Cindiltravel

    • Hi Nopan, salam kenal.

      Menurut aku, Untuk sampai ke krakatau membutuhkan waktu 2 hari 1 mlm sudah cukup.
      Berangkat dari jkt jumat malam ke pelabuhan merak sampai di dermaga canti hari sabtu jam 4 subuh.
      Dari Dermaga Canti bisa saja langsung ke Krakatau, tapi sudah terlalu siang dan akan capek klo lsg mendaki. Jadi mending keliling pulau kecil sambil snorkeling di hari sabtu.
      Di hari minggu malam jam 3 baru berangkat ke krakatau dan nikmatin sunrise di krakatau.
      Setelah itu baru kembali ke jakarta.

      Tapi kalau punya budget lebih, bisa kok ke krakatau pulang hari dengan kapal cepat dari Pantai Carita.

      Semoga membantu 🙂

        • Kapal dari dermaga canti ke pulau sebesi bisa menggunakan kapal reguler dengan biaya Rp 35rb.
          Tapi untuk ke Krakatau harus sewa kapal sendiri, karena tidak rute reguler, dan biaya sandar kapal di Krakatau juga cukup mahal.
          Kalau pertama kali lebih baik menggunakan jasa paket perjalanan ‘open trip’ karena biaya akan lebih murah.

    • Hi Mukthar,

      Kebetulan saya pakai travel agen, jadi paketnya dari dermaga canti harus transit ke pulau sebesi yang bisa menggunakan kapal umum dengan harga Rp 35.000,-/ orang. Baru dilanjutkan lagi ke Gunung Krakatau esok hari.

      Waktu ngobrol sama travel agen, untuk sewa kapal bisa harga jutaan kapasitas 20 org. Biaya sandar di Gunung Krakatau Rp 150.000,-/ kapal. Kalau mau cepat bisa dari Carita sewa kapal cepat, kapasitas 5 orang sekitar Rp 2.000.000,-/ kapal.

    • Hai Miranda, salam kenal ya. Untuk perjalanan dari Palembang ke Krakatau aku kurang mengerti, tapi mestinya sih bisa naik bus ke antar kota dari Palembang ke Lampung san dilanjutkan sewa angkutan umum ke dermaga canti. Kalau biaya aku ikut paket trip, bisa cek di http://www.funtripstour.com tapi kalau mau bikin sendiri sepertinya bisa loh. Dari dermaga canti naik perahu umum ke pulau sebesi dengan biaya sekitar Rp 35ribu/org dan menginap di rumah penduduk di sana. Untuk kapal bisa sewa dari para abk yang ada di dermaga canti / pulau sebesi. Agar lebih murah lebih baik pergi dengan jumlah 10 – 20 org mengikuti kapasitas kapal. Semoga membantu ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *