Jelajah Ujung Genteng, Di Ujung Sukabumi

Tiba-tiba  saja ingin pergi ke suatu tempat, entah kenapa ingin pergi ke Ujung Genteng, di ujung Sukabumi, Jawa Barat. Banyak orang bilang bahwa medan yang harus dilalui menuju Ujung Genteng sangat berat. Kenyataannya aku tetap pergi menempuh perjalanan dari Jakarta Timur ke Ujung Genteng via Pelabuhan Ratu berjarak sekitar 194km dengan waktu 8 jam. Perjalanan ini cukup membuat pinggang pegel karena jarak yang jauh dan jalanan yang rusak parah tetapi pemandangan yang indah sepanjang jalan tidak membuat kami bosan. Sepanjang jalan kami melalui hutan pohon karet, kebun sawit dan kebun teh. Kami juga bisa melihat di sisi kiri air terjun dan di sisi kanan batas laut dengan langit.

Peta Jakarta - Ujung Genteng

Peta Jakarta – Ujung Genteng

Rute Jakarta - Ujung Genteng, www.ujung-genteng.info

Rute Jakarta – Ujung Genteng, www.ujung-genteng.info

Pemandangan Menuju Ujung Genteng

Pemandangan Menuju Ujung Genteng

Jam 5 sore kami sudah sampai di Ujung Genteng dengan membayar tiket masuk sebesar 27ribu, beruntung kami masih mendapatkan kamar di Pondok Hexa dengan harga 200ribu/malam dengan ukuran yang cukup besar. Buktinya tetangga kamar kami mengisi 1 kamar dengan 10 orang. Saat sampai disini kami melihat rata-rata mobil yang digunakan adalah jenis SUV dan untuk medan seperti ini memang disarankan mobil ukuran besar.

Kamar Kami di Pondok Hexa

Kamar Kami di Pondok Hexa

Pemandangan depan kamar langsung ke pantai

Pemandangan depan kamar langsung ke pantai

Selesai menaruh barang di hotel kami langsung pergi ke Pantai Cibuaya yang terletak persis di depan hotel.  Ternyata saat sore hari pantai disini surut sehingga kami bisa berjalan di atas hamparan karang dan rumput laut yang luas menikmati sunset tanpa perlu takut ada ombak dan tenggelam. Beberapa orang bahkan berburu ikan kecil dan bintang laut untuk ditangkap.

Pantai Cibuaya, Ujung Genteng

Pantai Cibuaya, Ujung Genteng

Malam hari kami berencana mencari makan di luar. Saat keluar dengan mobil kami bingung dengan suasana jalan yang gelap total tanpa cahaya. Banyak tukang ojek yang menawarkan kami untuk menuntun jalan, tetapi kami PD saja jalan sendiri sampai akhirnya kami tidak merasa bahwa mobil sudah berada di atas lahan sawah. Untung tukang ojek langsung nyamperin kita sebelum benar-benar masuk ke lumpur. Akhirnya kami membayar ojek 20ribu untuk menuntun menuju salah satu rumah makan di Ujung Genteng yaitu Anugrah Indah, tepat di belakang pantai sehingga suara deburan ombak besar terdengar dari sini. Menu makanan disini tentu saja seafood mulai dari udang, kepiting sampai lobster. Kita boleh memilih sendiri kepiting dan lobster yang ingin dimakan. Dan ternyata harganya bisa nawar. Langsung saja saya tawar 3 keipiting dengan harga 75 ribu dan 1 lobster ukuran sedang seharga 75 ribu. Dan ini adalah pertama kalinya saya makan lobster yang rasanya seperti udang tetapi lebih gurih.

Rumah Makan Anugrah Indah

Rumah Makan Anugrah Indah

Lobster & Kepiting :)

Lobster & Kepiting 🙂

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan ke tempat penangkaran penyu. Sayang kami datang saat malam hari sehingga tidak bisa melihat pelepasan tukik (anak penyu) ke laut yang biasanya dilakukan sore hari. Kami ditemani oleh 2 guide berjalan melalui tempat penangkaran telur sampai akhirnya kami keluar di pinggir pantai yang hanya diterangi dengan cahaya bulan dengan hamparan pasir putih nan lembut dan suara deburan ombak *romantis. Saat melihat penyu bertelur kita tidak diperbolehkan membawa senter / barang yang menyala karena penyu tidak akan mau ke pantai jika ada sinar. Beruntung kami bisa melihat penyu yang berukuran cukup besar sedang bertelur diantara semak-semak padahal bulan ini penyu jarang datang ke pantai.

Penyu yang sedang bertelur

Penyu yang sedang bertelur

Jam 5 subuh kami menuju pantai Ujung Genteng yang merupakan spot melihat sunrise. Ternyata pantai yang memiliki pasir berwarna gelap ini merupakan tempat pelelangan ikan sehingga aroma ikan cukup menyengat.

Pantai di Ujung Genteng

Pantai di Ujung Genteng

Sunrise di Ujung Genteng

Sunrise di Ujung Genteng

Sunrise di Ujung Genteng

Sunrise di Ujung Genteng

Kami melanjutkan perjalanan ke sepanjang pantai Cibuaya yang memiliki pasir kerikil penuh karang kecil.

Pantai Cibuaya, Ujung Genteng

Pantai Cibuaya, Ujung Genteng

Kami melanjutkan jalan-jalan pagi menuju Pantai Pangumbahan, pantai yang memiliki pasir putih tekstur sangat halus dan spot para turis bule untuk surfing. Padahal banyak karang di antara pantai.

Gerbang Pantai Pangumbahan

Gerbang Pantai Pangumbahan

Pantai Pangumbahan

Pantai Pangumbahan

Bermain surfing di Pantai Pangumbahan

Bermain surfing di Pantai Pangumbahan

Jalan menuju pantai-pantai di Ujung Genteng benar-benar masih sangat minim kami melewati tanaman mangrove bahkan melewati pantai.

DSC_0159 DSC_0172

Pulang keliling pantai membuat kami ingin nyemplung ke air, karena ombak yang sangat besar kami tidak mungkin bermain di pantai *berenang aja ga bisa. Akhirnya kami nyemplung saja di kolam renang hotel 🙂

Kolam Renang Pondok Hexa

Kolam Renang Pondok Hexa

Tempat Souvenir di Pondok Hexa

Tempat Souvenir di Pondok Hexa

Kami harus kembali ke Jakarta hari ini juga karena esok harus bekerja. Mengingat perjalanan yang ditempuh masih jauh dan masih mau mampir ke Curug Cikaso, akhirnya kami keluar dari hotel jam 12 siang. Saat tiba di lokasi ternyata kami harus menaiki perahu dengan membayar 20ribu/ orang melewati sungai untuk menuju air terjun.

Sungai menuju Curug Cikaso

Sungai menuju Curug Cikaso

DSC_0222

Ternyata air terjun sedang kering, beruntung kami masih bisa melihat air yang keluar dari atas. Air yang mengalir di daerah curug dingin dan menyegarkan, tak heran banyak orang betah merendam kaki disini termasuk saya 🙂

Curug Cikaso

Curug Cikaso

DSC_0276

Setelah menikmati Curug Cikaso, kami kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Perjalanan kami ke Ujung Genteng adalah perjalanan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya yang harus dilewati sekitar 16 jam pulang pergi tetapi memperlihatkan keindahan Indonesia sampai di ujung jalan.

One thought on “Jelajah Ujung Genteng, Di Ujung Sukabumi

  1. Pingback: Tulisan Blog Cindiltravel | CINDILTRAVEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *