Sulawesi : Kenikmatan Kaki Lembu bernama Kaledo

Hari Minggu, hari terakhir dipenghujung minggu sebelum memulai hari esok penuh dengan gempuran pekerjaan biasanya orang-orang akan menikmati hari dengan berisitirahat atau malah memuaskan diri menghadapi hari Senin, HAHAAHHAA ini mah cara aku banget. Kalau puasa begini enaknya tuh makan sesuatu yang spesial, alias makan besar *sok tau… puasa aja kagak *_* Nah kali ini referensi menu dari cindiltravel adalah makanan khas dari Donggala, Sulawesi Tengah.

Aku berkesempatan makan makanan khas Sulawesi Tengah waktu jalan-jalan ke Palu. Sejak pertama kali mau jalan-jalan ke Sulawesi sudah ngincer yang namanya KALEDO. Seperti biasanya, selain titik tujuan wisata aku pasti browsing tentang makanan khas daerah wajib dicoba! Pilihanku dari awal memang ternyata tak salah! Ujang, saudara Mba Rona teman perjalananku awalnya menawarkan untuk makan KALEDO di tempat asalnya di Donggala yang sering didatangi para artis hingga pejabat tinggi, tetapi warung yang terkenal itu hanya menyediakan satu jenis menu saja. Berhubung kami juga ingin mencoba menu lainnya, jadilah kami dibawa ke sebuah rumah makan yang cukup terkenal di kota Palu, yaitu Rumah Makan Heni Putri Kaili yang letaknya sangat mudah dicari hanya dengan menyusuri pinggiran Pantai Talise. Ternyata rumah makan ini cukup terkenal, buktinya kami bertemu Pak Gubernur Sulawesi Tengah yang juga makan diseberang meja kami *kemudian berharap ketemu Pasha Ungu yang menjabat wakil bupati Palu -sok jadi anak penggemar band padahal sik sukannya sama boyband import dari Korea. HAHAHAHAA.

cindiltravel Rm heni puteri kaledo 5

mobil Pak Gubernur di depan Rumah Makan

Setelah membaca beragam menu pilihan khas Sulawesi Tengah dengan bahasa Kaili yang harus diterjemahkan oleh Uni dan Ujang, saudara Mba Rona (maklum kami roaming bahasa daerah Sulawesi), aku tetap pilih KALEDO dengan mantap. Kaledo berasal dari bahasa KailiΒ  “Ka” yang artinya Keras dan Ledo artinya Tidak, jadi kaledo artinya “tidak keras”. Kami menunggu tak lama dan sajian KALEDO pun datang. Sebuah tulang dari kaki lembu terhidang dalam sebuah mangkuk. Gedeeeeee banget tulangnya! Bayangin aja badan Lembu yang segede apa, terus tulangnya disajiin di atas meja. Tapi pas makan ga usah dipikirin yaaak! Kalo engga, ga jadi makan HAHAHAHAHA XD XD XD. Ya, Kaledo adalah makanan khas Donggala yang terbuat dari KAKI LEMBU asal DONGGALA yang diambil bagian ruas tulang lutut berisi SUM-SUM pada bagian dalam tulang dimasak seperti sop bening atau sup buntut.

cindiltravel kaledo donggala sulawesi tengah

Sendok, garpu, pisau dan sedotan menjadi alat perang-ku untuk menikmati satu porsi kaledo yang disajikan dengan nasi putih, padahal kalau orang asli Donggala menikmatinya dengan ubi. Aku pun menikmati rasa segar, gurih dan nikmat dalam sekali sedotan pada SUM SUM tulang kaki lembu saat disajikan hangat, rasanya pun penuh dengan LEMAAAAK πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ Bye Bye dieeeet.

cindiltravel kaledo donggala sulawesi tengah 1

cindiltravel kaledo donggala sulawesi tengah 2Menikmati kaledo hingga potongan terakhir dengan menyisir seluruh lapisan tulang dengan pisau adalah seperti memukan harta karun yang dihabiskan secara perlahan-lahan tanpa tersisa! Sungguh sajian kaledo yang segar, gurih dan lezat ini sangat meng-enak-an dan mengenyangkan! Belum lagi, pemandangan di depan RM Heni Putri Kaili terbentang hamparan Pantai Talise yang dipagari dengan perbukitan tanpa nama pastinya akan membuatmu berbetah diri menunggu senja hingga waktu berbuka puasa.

Jadi apa menu buka puasamu hari ini ?

cindiltravel pantai talise palu

kencantikan pemadangan Pantai Talise dari sisi lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *