Lampung : Bertemu Nemo di Pulau Pahawang

cindiltravel pahawang 1

Malam itu aku dan beberapa teman yang kenal di dunia maya ini janji bertemu di Terminal Bus Senen untuk melakukan perjalanan ke Pulau Pahawang, sebuah Pulau di ujung Lampung. Pulau Pahawang kini telah menjadi primadona baru bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan dunia bawah laut yang jaraknya tak begitu jauh dari Jakarta. Berbekal dengan alat snorkeling komplit dan baju seadanya aku pun berangkat. Jangan ditanya kenapa mau ke Pahawang. Alasannya simpel dan cukup ga masuk akal : mau nyoba kamera yang katanya nge-trend di kalangan para penjelajah. Setelah menunggu teman di dunia maya berkumpul akhirnya pertama kalinya aku ketemu dengan Trio Sekawan asli Jawa Timur yang sedang mengadu nasib di Ibu Kota : Pungkas, Welly dan Aldi. Kami menunggu 2 orang teman lagi yaitu Mba Rini dan Octi seorang dokter muda dari Yogyakarta (niat banget kan si Octi dari Yogya ke Lampung) dan bertemu temannya Saddam, dokter yang sedang tugas di Serang.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan bus kami pun melaju dari Terminal Senen dengan tujuan Terminal Bayangan Kebon Jeruk alias pintu keluar Tol Kebun Jeruk. Di sebuah trotoar kecil di pinggir jalan ini menjadi tempat perhentian bus-bus tujuan Serang, Banten dan Pelabuhan Merak tak perlu khawatir menunggu sendiri karena sudah banyak orang berjejer, kami pun baru sadar bahwa Jumat malam adalah waktu bagi para perantau yang mengadu nasib di Jakarta pulang ke keluarga. Akhirnya bus yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Ternyata benar, di dalam bus penuh sesak orang tanpa sisa ruang bagi kami, dengan terpaksa kami harus berdiri menunggu para perantau ini turun ke rumah mereka. Setelah berjam-jam di bus pada saat menuju tujuan akhir Pelabuhan Merak sepertinya bus ini hanya dipenuhi pelancong yang memang niat liburan pendek ke Lampung dengan ciri-ciri yang sama, tas backpack atau tas snorkeling, kaos dan celana pendek, tampang bahagia karena mau liburan. Hehehe…

Jam 00.30 kami berkumpul dengan teman lainnya, karena kami kloter terakhir terpaksa kami masuk ke dalam kapal ferry yang akan membawa kami ke Pelabuhan Bakauheni dengan perut kelaparan belum diisi. Kami upgrade fasilitas kapal dari kelas ekonomi menjadi VIP, sebuah ruangan dengan bangku busa dilengkapi AC dan TV dengan biaya tambahan Rp 15.000,-. Jika tidak ada bangku, cukup gelar koran atau alas yang ada untuk rebahan setidaknya lumayan untuk memenjamkan mata selama 3 jam. Kapal ferry pun sandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Yay! Akhirnya sampai juga menginjakan kaki ke sini. Para pelancong dan para pembawa jasa trip dengan segambreng bawaan mulai dari life jacket, alat snorkeling, kotak pelindung long fin super panjang, dan bawaan lainnya pun turun dari kapal. Pelabuhan Bakauheni merupakan gerbang pertama menuju berbagai tempat wisata di Lampung seperti Gunung Krakatau, Teluk Kiluan, Pulau Pahawang, Pulau Sangiang, dan pulau-pulau lainnya. Tak heran sekarang hampir setiap minggu bukan hanya para perantau atau kapal pembawa bahan makanan dari pulau Jawa yang naik kapal ferry ini tapi juga para pelancong seperti kami.

Perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil sewaan jenis SUV yang akan membawa kita melalui kejamnya jalanan Sumatera dengan kontur jalan berkelok tanpa henti, naik turun, kadang aspal namun tak jarang berbatu sehingga membuat kami tidur terantuk-antuk dengan kaca mobil dan bangku. Ditambah lagi supir-supir khas Sumatera dengan tingkat perhitungan dan keyakinan yang tepat sehingga membawa kami lari 100 km/ jam tanpa ngerem bahkan saat di tikungan dan berhadapan dengan Bus Lintas Sumatera. Jangan coba-coba berada di kursi depan kalau kamu bukan orang yang gampang tidur dan penyuka Roller Coaster, atau perut kamu akan terkocok-kocok selama hampir 4 jam perjalanan. Welcome to Sumatera!

cindiltravel pahawang 5cindiltravel pahawang 6

Akhirnya tiba kami juga di Pelabuhan Ketapang, Lampung. Sebuah Pelabuhan kecil yang menjadi tempat transit kami untuk sarapan sebelum menuju Pulau Pahawang dan pulau-pulau kecil lainnya. Kami pun menaiki perahu kecil dengan kapasistas maksimal 15 orang untuk menuju Pulau Pahawang.

cindiltravel pahawang 18Spot pertama untuk snorkeling yang kami singgahi adalah Pulau Kelagian Besar dan Kelagian Kecil, waktu nyemplung pertama kali spontan Welly bilang kalau semua ikannya Finding Frenzy terus naik lagi, padahal sih dia takut berenang di laut (ini games komputer jaman kuliah :D). Spot selanjutnya Pulau Gosongan kurang lebih ya sama seperti spot berikutnya. Berhubung ini pertama kali-nya aku renang di laut tanpa pelampung jadi aku seneng banget setelah berkali-kali menjelajah wisata laut sampe Ambon, pertama kali bisa renang malah di Lampung *sumpah telat banget o_O

cindiltravel pahawang 7cindiltravel pahawang 8

Cacing-cacing kecil di perut kami memanggil untuk minta diisi dan kami pun makan siang di Pulau Pahawang Kecil yang dibawa dari Pelabuhan Ketapang. Pulau Pahawang Kecil ini merupakan pulau dengan daratan pasir putih luas, tumbuhan bakau dengan satu home stay di ujungnya. Tempat ini cocok buat bulan madu kalau mau, sepi banget tanpa penghuni tapi kalau aku sih agak horor kali ya.

cindiltravel pahawang 2cindiltravel pahawang 3cindiltravel pahawang 4

Setelah puas makan dan foto-foto selfie di Pulau Pahawang, kata kapten kapal selanjutnya adalah spot favorit para pelancong yaitu Taman Nemo. Kita ga sabar pengen cepet sampe. Eh pas sampe udah langsung lesu melihat banyaknya kapal dan orange-orange yang melampung di lautan *_*

cindiltravel pahawang 9

Berhubung penasaran kita pun turun dan berenang ke spot itu dan ternyata benar, semua orang berebutan foto di salah satu spot dengan batu bertuliskan Pulau Pahawang yang ditanam di bawah laut. Mau foto di situ aja pake berebutan dengan fin yang lalu lalang sana-sini mengganggu frame foto selfie.

cindiltravel pahawang 11

Daripada berebutan foto di situ kesepak sama fin, aku memilih snorkeling ke dasar tempat taman nemo di buat. Di sini cukup menyenangkan dengan terumbu karang yang sedang ditanam sehingga menjadi tempat bermain para penghuni laut seperti ikan, kuda laut dan ular laut. Ngeliat ular laut itu antara seneng dan takut, untung arah ular laut-nya menghindari aku.

cindiltravel pahawang 10

Berenang menjauh sedikit dari spot taman nemo kita akan menemukan sebuah batu seperti candi yang sengaja ditenggelamkan. Spot disini juga jadi tempat favorit buat foto selfie. Ya lumayanlah… masa berenang sampe di Lampung ga ada selfie-nya J

cindiltravel pahawang 12

Puas snorkeling hari ini ditutup dengan menuju ke Pulau Tanjung Putus tempat kami menginap. Sebenarnya sih di bagian depan pulau ini ada beberapa penginapan, bisa untuk kelompok kecil atau cuma berdua, plus dibuatin api unggun depan penginapan. Berhubung kita paket murah meriah, jadi tinggal di rumah warga dan malam hari pilih nongkrong-nongkrong cantik di warung pinggir pantai yang cuma ada satu doang, gelap gulita tanpa lampu sama teman baru dan nyamuk-nyamuk yang ikutan ngerumpi.

cindiltravel pahawang 13

Ceritanya pagi hari kita para cewek yang tidur di kamar minta dibangunin setelah adzan subuh oleh para cowok yang tidur di luar biar bisa jalan-jalan keliling Pulau Tanjung Putus yang kata penduduk lokal… kita akan menemukan pantai pasir putih melalui perjalanan ke kebun belakang penginapan. Wah kita semua pasang alarm dan beranjak tidur cepat. Tapi ada daya, kata orang rencana adalah rencana. Boro-boro bangun sendiri, alarm udah bunyi semua dengan berbagai jenis suara HP, katanya pintu udah digedorin sama para cowok plus diteriakin, kita para cewek masih bobo cantik dalam mimpi engga bangun-bangun. Akhirnya kami pun ditinggal para cowok dan ketauan kalo kami kebo semua o_O

cindiltravel pahawang 14

Untung jam 6 pagi matahari masih ada di ujung pantai, kami para pencari sunrise pun bergegas tak mau ketinggalan momen 1 hari ini melihat sang mentari keluar malu-malu dari pantai menuju tingginya langit sedangkan para cowok-cowok yang puas ngeliat dari subuh sudah antri pesan mie instan sambil nungguin kami.

Kami para cewek masih penasaran sama pantai pasir putih berjalan ke kebun belakang eh para cowok jemput kita ditengah jalan karena mau snorkeling di spot Pulau Balak yang bentuknya seperti Lagoon. Dan kami pun mengikuti yang lain pergi snorkeling. Di Pulau Balak karena bentuknya seperti Langoon, jadi di sini lebih banyak karang laut, bulu babi dan bintang laut, walaupun ada beberapa ikan lautnya.

cindiltravel pahawang 15

Kami melanjutkan ke spot terakhir yaitu spot Tanjung Putus yang ternyata cuma di depan penginapan (kalau mau ngetes kuat renang apa engga, bisa renang dari spot snorkeling menuju pantai). Di sini kontur laut lebih banyak pasir, terumbu karang, anemon laut dan ikan nemo laut, tapi aku menemukan Kima, si kerang besar. Jadilah kami satu kapal melihat si Kima ini.

cindiltravel pahawang 16cindiltravel pahawang 17

cindiltravel pahawang 19

Akhirnya perjalanan ke Pulau Pahawang ini pun selesai, kami kembali pulang melewati jalanan lintas Sumatera penuh dengan liku di gelapnya malam dilanjutkan dengan kapal ferry kelas VIP dengan tambahan biaya Rp 12.000,- dengan fasilitas tidur rame-rame di “dak” dengan AC dingin kayak lemari es  belum lagi live musik dangdut yang berasa ada kondangan di luar dan bikin kepala pusing .

cindiltravel pahawang 20

Setelah sampai di Pelabuhan Merak, berhubung Octi pulang ke Jawa-nya agak siangan, akhirnya aku, Mba Rini dan Octi memutuskan tidur di Pelabuhan menunggu pagi. Juara banget deh kita ini!

Video di Pahawang : https://www.youtube.com/watch?v=T0qGabe1xco

cindiltravel pahawang 21

2 thoughts on “Lampung : Bertemu Nemo di Pulau Pahawang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *