Obat wajib dibawa selama Traveling

Pernah ngerasain sakit saat traveling? Semoga tidak ya? Tapi apa mau dikata sakit bisa tiba-tiba saja datang tanpa diundang. Kalau sudah begini cerita traveling ga jadi panjang alias berkurang nikmatnya. Seperti cerita di blogku perjalanan ke Sawai, di Pulau Seram, Ambon, aku pernah mengalami sakit diare saat ke sana dan diperparah tidak ada puskesmas bahkan juru rawat satu pun. Alhasil segala obat yang ku bawa dari Jakarta serta Masohi (kota transit di Pulau Seram) menjadi penolongku dan terakhir dibantu makan daun jambu biji batu dan tukang pijit selama 3 hari berturut-turut. Itu sakit terberat selama aku traveling, dan semoga ga ada lagi sakit yang datang. Diluar itu, sakit yang biasa datang paling masuk angin dan pegel-pegel kelamaan main air seharian

Belajar dari pengalaman, ternyata membawa obat-obat cantik selama traveling itu wajib! Loh kok bawa obat cantik? Maksudnya obat-obat yang bikin kita tetep sehat dan cantik selama difoto 😀 😀 😀 Lebih baik sedia payung sebelum hujan, dan sedia obat sebelum sakit. Maka aku selalu membawa tas kecil/ pouch yang berisi obat-obatan dan ditaruh dilapisan paling luar di carier sebagai jaga-jaga. Walaupun obat yang dibawa adalah obat umum tapi setidaknya bermanfaat untuk tindakan pertama untuk sakit atau sakit pribadi. Berikut adalah list obat-obat darurat yang wajib dibawa saat traveling serta tips obat dari bahan herbal yang kira-kira berfungsi dadakan :

1. Obat Masuk Angin

Tolak angin cair (ini wajib banget buat aku!) minyak kayu putih dan koyo. Boleh percaya apa engga, biasanya kalau udah menjelang masuk angin aku malah pake koyo dibagian udel alias tengah perut. Temen-temen aku pada heran sebenernya sama kebiasaan aku ini tapi dijamin mau cuaca panas atau ujan, angin ga jadi masuk ke perut. Kalau ada yang jual minuman jahe hangat akan lebih baik, karena jahe bisa berfungsi sebagai obat herbal menghangatkan tubuh, mengatasi kembung dan sirkulasi darah dalam tubuh.

cindiltravel salonpas


Koyo banyak fungsi

2. Obat Pegal

Koyo dan Counterpain. Biasanya sih klo udah kecapean berenang atau jalan kaki seharian betis bakalan gede udah kayak pemain bola. Malem sebelum tidur langsung deh tempel koyo atau oles counterpain di bagian yang pegal-pegal dan pagi hari udah seger lagi. Klo pegelnya parah banget bisa coba Sangobion Forte pink tapi ini udah porsi tinggi (jarang pakai).

3. Obat alergi

Liburan itu identik dengan main dan makan sepuasnya tanpa liat kondisi. Kita kadang lupa kalau kita alergi sama  debu, panas terik matahari, perubahan cuaca drastis (misalnya dari daerah tropis ke daerah salju), makanan laut, telur dan lainnya. Biasanya gejala dimulai dari bentol merah, bersin hingga yang paling bahaya adalah sesak napas. Kalau aku sendiri alergi perubahan cuaca ekstrim, dimana cuaca panas terik berubah menjadi hujan badai. Nah kalau udah begitu, langsung deh “biduran” (bahasa orang Jawa) dateng. Obat yang bisa membantu adalah chlorfeniramin maleat atau yang dikenal dengan CTM tapi kalau udah minum CTM yang ada langsung teler alias tidur. Kalau mau yang ga bikin tidur bisa pilih Loratadine atau salep Kloderma.

4. Obat untuk luka

Enak bermain air di laut ga sengaja kena karang laut, atau kadang malah kulit tergores saat melalui ranting-ranting pohon di taman atau hutan. Dan baru berasa sakit saat selesai bermain. Nah kalau gitu, pertolongan pertama adalah obat antiseptik dengan cara membersihkan luka dengan air bersih dan Kasa Seril kemudian dioleskan dengan Betadine atau Salep Ikamicetin dan ditutup dengan Hansaplast atau Kasa Steril dan micropore paper tape.

5. Obat luka memar

Biasanya luka memar terjadi karena benturan keras yang tidak terasa saat kejadian sehingga menyebabkan lapisan kulit berwarna hijau, ungu atau biru lebam. Agar tidak terasa sakit kemudian maka oleskan salep Thrombophob yang terasa dingin dan nyaman. Kalau kepepet ga bawa salep Thrombopop, bisa gunakan Daun Jarak Pagar yang ditumbuk atau diremas dan ditempel ke bagian yang memar seperti dikompres.

Baca juga Tips Packing Cepat & Hemat Tempat Untuk Traveling disini!

6. Obat anti mabuk

Perjalanan tak selamanya nyaman, ada jalan berliku, menikung tajam, memutar-mutar, ombak kencang mengombang-ambing. Jika kepala Anda pusing dipastikan itu karena mabuk. Antimo bisa menjadi obat tidur Anda selama perjalanan panjang yang tak nyaman.  Bahkan getaran sekecil apapun tidak terasa!

7. Obat diare

Mencoba makanan di daerah baru saat traveling adalah kewajiban! Tapi terkadang kita juga tidak menjaga kesehatan tubuh sampai terjadi gangguan pencernaan sehingga diare menerjang. Kalau sudah diare, rasanya bakalan tersiksa karena setiap perhentian mencari toilet. Norit merupakan salah satu obat yang berasal dari karbon yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan yang diaktifkan dengan kuat yang dapat menghentikan diarea. Nah kalau ga ada Norit bisa juga dengan Imodium. Jika ingin mencoba herbal maka kunyahlah daun jambu biji yang masih muda atau membuat oralit yaitu campuran air hangat, gula dan garam.

cindiltravel bakso

kadang bikin lupa kondisi perut

 

8. Obat maag

Kalau Anda memiliki riwayat penyakit lambung sebaiknya menjaga pola makan saat traveling. Aku sendiri menjalankan program makan secara teratur 3x sehari atau bahkan lebih selama traveling! Padahal kalau ga traveling cuma 2x sehari T____T *berasa jadi anak kos, liburan malah balas dendam makannya. HAHAHAHA. Agar tidak terkena maag, selain menjaga pola makan, hindari juga makanan yang dapat menyebabkan asam lambung naik seperti kopi, teh, makanan atau minuman yang mengandung alkohol, soda, dan kacang. Jika maag sudah terlanjur datang maka minumlah Mylanta atau Gastrucid.

9. Obat pusing, demam dan termometer digital

Biasanya perubahan suhu suatu tempat mempengaruhi suhu badan menjadi demam. Jarak tempuh perjalanan yang terlampau jauh juga terkadang membuat kepala pusing ketika turun dari kendaraan. Maka obat analgesik seperti Paracetamol dan Panadol Biru menjadi pilihan yang mudah dibawa oleh para traveller. Sedangkan termometer digital dibawa untuk mengetahui seberapa panas suhu badan dan obat yang cocok untuk digunakan.

10. Obat Flu dan Batuk

Udara dingin dan kondisi fisik menurun karena kelelahan berat selama traveling berhari-hari biasanya mudah terserah flu dan batuk. Maka aku selalu membawa obat yang mengandung Dekongestan seperti Panadol hijau untuk flu dan FG throches untuk meredakan batuk.

11. Obat luka bakar

Luka bakar saat traveling jarang terjadi, tapi apa salahnya dibawa juga. Toh aku pernah kejadian teman yang ga sengaja nyentuh knalpot kapal! Sakiiiit pastinya. Untung bawa Salep Bioplasenton untuk luka bakar yang menghambat kulit melepuh hebat.

Mau liburan yang bikin sehat ? Yuk baca tipsnya disini!

 

11. Obat Kina

Terkadang perjalananku ke daerah pedalaman, dimana masih banyak kebun dan hutan yang mungkin ada jenis nyamuk malaria yang memang umum ada di Indonesia. Kalau tiba-tiba demam yang tak turun, mual, pegal dan nyeri hebat disertai dengan bintik merah maka kemungkinan terkena malaria. Kina dapat menjadi obat penanganan pertama sebelum dilanjutkan ke rumah sakit.

12. Obat penahan rasa sakit

Kadang saat liburan hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Seperti sakit gigi yang kadang muncul atau nyeri otot karena trauma celaka. Untuk menahan rasa sakit bisa diatasi dengan Ponstan atau Asam Mefenamat yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Obat ini cukup keras sehingga harus minum dengan jangka singkat dan dosis yang tepat. Sedangkan untuk obat herbal jika sakit gigi bisa berkumur dengan air garam atau meteskan minyak cengkeh pada kapas dan tempelkan pada gigi yang sakit.

13. Vitamin

Aku jarang sekali minum vitamin baik sehari-hari maupun saat traveling. Tapi banyak teman yang minum vitamin C atau madu setiap hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga stamina selama traveling. Aku sendiri memilih makan buah segar dan sayuran selama traveling untuk menjaga kesehatan. Nah vitamin jenis lainnya, aku suka bawa Sangabion Muntuk penambah darah biasanya sih mempan kalau lagi haid, kepala keliengan, nah minum ini agak mendingan bisa nginjek bumi dan emosi lebih stabil. Hehehehe.

Kayaknya kok banyak banget ya bawaannya? Berasa jadi dokter dadakan selama traveling ga sih? Hehehehehehe. Maklum cita-cita jadi dokter ga kesampean cuma sempet belajar obat-obatan, makanya malah jadi dokter dadakan selama traveling o_O Semua obat yang dilist berasa banyak padahal klo di-packing sih jadinya sedikit kok. List obat-obat yang aku bawa bisa dicari di toko obat 24 jam dan sifatnya untuk tindakan pertama saat sakit. Jika ada keluhan lebih dari 2 hari, ada baiknya langsung ke dokter.

Happy Traveling , Happy Life!

Tapi sesungguhnya, perjalanan adalah obat yang menyehatkan dan menenangkan jiwa.

cindiltravel quotes healthy travel

3 thoughts on “Obat wajib dibawa selama Traveling

  1. Pingback: Obat wajib dibawa selama Traveling — Cindiltravel | Suetoclub's Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *