Bali : Mengejar Sunset di Pantai Dreamland

Kebetulan saat aku di Bali, Tezar (teman kuliah) sedang tugas kerja di Bali. Jadilah kami janjian Sabtu siang di depan McD Kuta untuk jalan2 keliling Bali. Setelah bertemu, kami memutuskan hari ini untuk jalan-jalan ke Pantai Dreamland, di selatan Bali daerah Pecatu dilanjutkan makan malam di Jimbaran. Berhubung Tezar baru 1 bulan di Bali, jadi kita sama-sama mencari peta buta Bali (jadi kayak jaman SD). Bermodalkan google maps di i-phone Tezar akhirnya kami mencari jalan  menuju Pantai Dreamland.

Setelah naik turun bukit, tebing kapur, sekaligus nyasar *_* akhirnya kami masuk ke sebuah komplek rumah mewah Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) katanya jalan menuju Pantai Dreamland. Sempet nyasar dan dikasih tau petugas setempat klo tempat parkirnya jauh dari pantai dan kita harus naik bus shuttle *huaaaa, langsung kaget keselek* Tezar udah putus asa. Tapi akhirnya aku tetep bilang cari jalan lain. Ternyata ada tempat parkir kecil khusus mobil pribadi, beruntung kami masih dapat parkir dan langsung ke pantai untuk mengejar matahari *berasa lirik lagu*

Dreamland Beach, Bali

Dreamland Beach, Bali

Dan begitu sampai pantainya… Eng ing eng.. Rame banget orangnya maklum lagi libur kejepit. Di Pantai Dreamland kita bisa bermain surfing, bodysurf, berenang atau cukup bermain di sekitar pantai seperti saya. Pantai Dreamland menjadi salah satu tujuan orang ke Bali selain karena pantai-nya memiliki pasir putih, pemandangan pantai disini berhadapan dengan tebing kapur tinggi dan terdapat  batu karang berukuran besar sekitar pantai yang menjadi salah satu ciri khas Pantai Dreamland. Ombak disini cukup besar dibanding di Pantai Kuta dan banyak karang di sekitar pantai (jadi tantangan bagi para pencinta surfing). Kita sempet bingung mau ngapain sangking ramenya. Kita coba jalan ke arah tebing-tebing, makin jauh dari pantai utama makin sepi °(^▿^)/° akhirnya kita nemuin spot-spot seru untuk di foto. Mulai dari tebing tebing kapur, gua kapur (bahkan turis asing sedang semedi di dekat gua kapur), rumah kayu menempel di tebing, batu karang besar yang harus kami lewati melalui celah-celah kecil dan jika kami teruskan perjalanan ini akan menuju ke villa-villa mewah di Pantai Dreamland. Pantai ini sepi banget, banyak turis asing yang lebih memilih ke arah yang menjauhi pantai utama seperti kami dibanding turis lokal.

Tebing Kapur di Pantai Dreamland

Tebing Kapur di Pantai Dreamland

Tebing di Pantai Dreamland

Tebing di Pantai Dreamland

Rumah Kayu di Pantai Dreamland

Rumah Kayu di Pantai Dreamland

Batu Karang Besar di Pantai Dreamland

Batu Karang Besar di Pantai Dreamland

Dreamland Beach, Bali

Dreamland Beach, Bali

Puas foto-foto dan melihat pemandangan indah di Pantai Dreamland rencananya kami ingin melanjutkan perjalanan ke Jimbaran. Begitu sampai di pantai utama, ternyata matahari akan tenggelam. Banyak orang-orang yang rela mengambil posisi foto di atas tebing untuk mengambil foto sunset. Kami juga tidak ingin ketinggalan melihat sunset di Pantai Dreamland ini, kami mampir ke cafe di atas Pantai Dreamland sambil melihat pemandangan laut menjelang matahari tenggelam perubahan warna langit dari biru muda, orange, pink sampai akhirnya menghitam.

Sunset at Dreamland Beach, Bali

Sunset at Dreamland Beach, Bali

Sunset at Dreamland Beach, Bali

Sunset at Dreamland Beach, Bali

Selesai melihat sunset di Pantai Dreamland kita langsung ke Jimbaran untuk makan malam. Selama perjalanan dari Dreamland mulai searching tempat makan yang di Jimbaran, beberapa menyarankan Menega Cafe. Akhirnya berniat langsung ke situ. Pas sampe di daerah Jimbaran, nyari parkir aja susah karena pas banget jam makan malem. Untung pas muter balik udah bisa masuk parkirannya. Kalau mau baca pengalaman makan malem aku di Jimbaran bisa klik di: http://cindiltravel.wordpress.com/2012/11/20/candle-light-dinner-at-menega-cafe-jimbaran/

Setelah makan malam selesai sekitar jam 11, kita nglanjutin jalan-jalan lagi. Bingung mau kemana, akhirnya kita ke Kuta Beach Walk, mall baru di daerah Kuta. Cafe dan store di dalam mall masih banyak yang buka, padahal kalau di Jakarta udah pada tutup semua. Kebetulan mall ini punya roof top garden yang langsung menghadap ke pantai Kuta, lumayan bagus buat nongkrong. Di bawah lantai ini ada 1 area terdapat air mancur yang bergerak naik turun dan ditembak dengan laser. Kereeen.

Pengen iseng nyobain menyusuri Pantai Kuta ditengah malam ? Jangan ditanya apa yang bisa dilihat. Gelap total. Kami sudah mencoba, hanya kuat sebentar dan akhirnya keluar dari kawasan pantai. Bingung mau kemana lagi ? Akhirnya kami jalan menyusuri Legian. Sepanjang jalan Legian hanya kebisingan suara cafe dan club yang berlomba “mengeraskan suara” menarik perhatian pengunjung jalan. Sepertinya kawasan Legian tidak pernah tidur di malam hari, semakin malam semakin hidup. Puas bermacet-macetan tengah malam di kawasan Legian sambil melihat kehidupan malam di Bali, saatnya pulang kembali ke hotel untuk istirahat.

0 thoughts on “Bali : Mengejar Sunset di Pantai Dreamland

  1. Simply want to say your article is as amazing. The clearness in your post is simply nice and i could assume you’re
    an expert on this subject. Fine with your permission allow me to grab your feed
    to keep updated with forthcoming post. Thanks a
    million and please keep up the gratifying work.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *