Lombok : Putri Mandalika, Cerita Rakyat hingga Ritual Adat

Indonesia memiliki banyak daerah dan beragam suku. Dan hampir setiap daerah memiliki cerita rakyat yang khas sesuai dengan adat dan biasanya dihormati oleh penduduk setempat dengan melakukan ritual khusus. Kali ini aku berkunjung ke Pantai Seger di Lombok yang ternyata merupakan tempat cerita rakyat yang sampai sekarang masih dipercaya bahkan dijadikan ritual setiap tahunnya oleh pemerintah. Ritual ini disebut Bau Nyale yang dilakukan untuk menghormati Putri Mandalika, sosok yang merupakan cerita rakyat suku Sasak, Lombok Tengah.

Kata Bau berasal dari Bahasa Sasak yang berarti menangkap sedangkan kata Nyale berarti cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang dibawah permukaan laut. Ritual Bau Nyale ini cukup menarik untuk diikuti oleh traveler juga, karena pada ritual ini para peserta ritual akan berburu cacing laut dan hasil tangkapan pun dapat dimakan langsung atau diolah menjadi masakan. Konon katanya cacing ini memiliki protein tinggi dan rasanya ada yang manis, gurih dan segar. Tertarik untuk memakannya ?

Cerita Puteri Mandalika di Pantai Seger Lombok Cindiltravel 2

Mari kita cari tahu apa hubungannya Putri Mandalika dengan cacing lewat wikipedia:

Putri Mandalika adalah putri dari pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting. Raja ini terkenal karena kebijaksanaannya sehingga rakyatnya sangat mencintainya karena mereka hidup makmur. Putri Mandalika hidup dalam suasana kerajaan dan dihormati hingga dia menginjak dewasa.

Saat dewasa Putri Mandalika tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan mempesona. Kecantikannya tersebar hingga ke seluruh Lombok sehingga Pangeran-Pangeran dari berbagai Kerajaan seperti Kerajaan Johor, Kerajaan Lipur, Kerajaan Pane, Kerajaan Kuripan, Kerajaan Daha, dan kerajaan Beru berniat untuk mempersuntingnya.

Mengetahui hal tersebut ternyata membuat sang Putri menjadi gusar, karena jika dia memilih satu diantara mereka maka akan terjadi perpecahan dan pertempuran di Gumi Sasak. Bahkan ada beberapa kerajaan yang memasang senggeger agar Sang Putri jatuh hati padanya. Namun hal ini malah membuat sang Putri makin gusar.

Setelah berpikir panjang, akhirnya sang Putri memutuskan untuk mengundang seluruh pangeran beserta rakyat mereka untuk bertemu di Pantai Kuta Lombok pada tanggal 20 bulan ke 10 menurut perhitungan bulan Sasak tepatnya sebelum Subuh, dan jika pada tanggalan sekarang biasanya jatuh pada bulan Februari sampai Maret. Undangan tersebut disambut oleh seluruh pangeran beserta rakyatnya sehingga tepat pada tanggal tersebut mereka berduyun-duyun menuju lokasi undangan.

 Puteri Mandalika Pantai Seger Lombok Cindiltravel 1

Setelah beberapa saat akhirnya Sang Putri Mandalika muncul dengan diusung oleh prajurit-prajurit yang menjaganya. Kemudian dia berhenti dan berdiri di sebuah batu dipinggir pantai. Setelah mengatakan niatnya untuk menerima seluruh pangeran dan rakyat akhirnya Sang Putri pun meloncat ke dalam laut. Seluruh rakyat yang mencarinya tidak menemukannya. Setelah beberapa saat akhirnya datanglah sekumpulan Cacing berwarna-warni yang menurut masyarakat dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Cerita Puteri Mandalika di Pantai Seger Lombok Cindiltravel 1

One thought on “Lombok : Putri Mandalika, Cerita Rakyat hingga Ritual Adat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *