Solo : Selat Solo Salad-nya orang Jawa

Maapkan aku yang baru posting blog lagi, padahal janji mau upload tentang makanan referensi buat berbuka selama bulan puasa. Ternyata postingan blog kalah sama deadline kerjaan menjelang Lebaran *tenggelem sama tumpukan kertas dan slide presentasi T___T Daripada ngomongin kerjaan terus, mumpung weekend mending ngomongin makanan dulu menjelang berbuka puasa beberapa jam lagi *padahal sih yang nulis masih kerja lapangan di weekend 0_O

Kali ini aku akan bahas salah satu makanan kesukaan aku dari Jawa Tengah. Biarkan aku mendongeng sejenak yaaa… Pada jaman dahulu kala pulau Jawa dijajah kompeni Belanda yang suka sekali makan steak dan salad yaitu sejenis makanan berisi sayur mayur ditabur saus asam, berhubung di pulau Jawa tepatnya di kota Surakarta tidak ada steak dan salad, maka para penduduk Jawa membuat steak dan salad versi Jawa tentu saja percampuran rasa lidah Belanda dan Jawa dengan ciri khas kuah semur dan mayonaise homemade. Selat Solo sendiri berisi yaitu sayur mayur seperti wortel, buncis yang direbus, timun dan selada segar, kentang goreng, telur ayam pindang, kemudian disiram irisan daging semur beserta kuahnya dan diberikan sentuhan bumbu mayonaise Jawa dan taburan keripik kentang goreng. Rasa Selat Solo sendiri percampuran manis, asam dan segar dari sayur segar, kuah semur dan mayonaise serta gurih dari kripik kentang dan daging menjadi satu sajian yang mampu menggoyang lidah Anda!

cindiltravel selat solo

Lalu kenapa namanya menjadi “selat” bukan salad? Karena orang Jawa tidak bisa mengucapkan kata salad, lidah selalu kepleset menjadi selat sehingga nama menu ini menjadi Selat Solo. Dan sejak itu, baik para kompeni Belanda hingga rakyat Jawa menyukai menu Selat Solo, percampuran resep Eropa dengan Jawa yang sukses ini. Percaya dengan dongengku? Boleh iya, boleh tidak. Tapi itulah yang diceritakan ayahku.

Waktu sekolah SMU di Yogya, ada pelajaran memasak dan aku berkesempatan untuk membuat mayonaise homemade asli Jawa berbahan dasar kuning telur ayam rebus dicampur dengan gula pasir, garam, margarin cair dan air jeruk nipis dicampur dan diaduk hingga mengental. Konon katanya warung Selat Solo yang terkenal adalah warung Bu Lis di kota aslinya Solo, tapi selama aku keliling Solo, bahkan penjual selat solo dengan gerobak kaki lima dekat Pasar Klewer pun terasa enak! Mungkin karena lidahku yang memang cocok dengan menu ini. Dan jika aku kangen makan Selat Solo cukup makan di restoran yang memang ada di Jakarta atau membuat sendiri yang resepnya cukup mudah kok.

Jadi apa menu buka puasamu hari ini ?

 

4 thoughts on “Solo : Selat Solo Salad-nya orang Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *