Mencoba Siput Seafood di Roemah Makan Noni

rumah makan noni_cindiltravel

Kebetulan di deket kantorku ada restoran namanya Roemah Noni terletak di Jalan Kesehatan No. 12, Jakarta Pusat di dekat Harmoni. Jangan heran juga kalau siang hari tidak banyak orang makan disini karena memang agak “nyaru” tempatnya. Dari luar rumah makan ini seperti rumah tinggal biasa, jadi kalau mau kesini harus benar-benar perhatikan sisi kanan dan kiri saat melihatnya

Saat melangkahkan kaki ke dalam restoran ini rasanya seperti masuk ke dalam rumah biasa. Seluruh dinding dipajang foto dan lukisan sang pemilik rumah yang sudah turun temurun. Rumah makan ini terbagi atas 3 bagian. Yang pertama yaitu ruang tengah seperti ruang tamu dengan beebrapa meja makan, kemudian ruang belakang semi out door mungkin karena bangunan awalnya ada taman di belakang dan yang terakhir jika ingin lebih private bisa di dalam kamar (jangan negatif dulu ya… ini karena rumah makan berbentuk rumah).

Nuansa rumah seperti kembali ke jaman Belanda dengan furniture yang serba kayu dengan ke-khas-an pada jamannya, lampu-lampunya juga seperti jaman Betawi dijajah Belanda. hehehe…. jadi wajar saja disebut Rumah Noni (Noni sebutan nona Belanda).

Menu yang disajikan rata-rata masakan percampuran indonesia-chinese mulai dari ayam, ikan dan sayur-sayuran tapi ada menu yang membuat saya tertarik untuk mencoba yaitu Escargot dan Kerang Nenek. 2 menu ini saya belum pernah coba. Selain itu saya juga order capcay dan gurame asam manis.

Begitu Escargot datang… duh penampilannya sih memang dibuat naik kelas dengan penyajian yang ditaruh di atas tempat membuat kue cubit, kemudian perpaduan bumbu rempah, bawang putih, minyak dan seledri. Cara pengambilan dagingnya pun unik karena menggunakan capit khusus dan tusukan besi. Tetapi kalau dipikir-pikir tetep aja ini siput sawah… hehehe… kalau orang Jakarta mungkin bilangnya Kerang Tutu. Untuk rasanya sih seperti kerang biasa yang ditumis bersih tetapi dagingnya agak sedikit keras.

rumah makan noni 1_cindiltravel

Pesanan berikutnya yang datang adalah Kerang Nenek.. Bentuknya yang jelas bukan nenek-nenek… ya iyalah… Bentuk kerangnya lebih panjang dan bergerigi. Jangan ditanya cara makannya… Udah usaha ditarik pakai tusukan besi tetep aja susah jadi terpaksa kita harus menyedot langsung daging dari cangkangnya. Tapi rasa bumbunya yang pedas lada dan gurih membuat kita nagih terus. Kalau diterusin mungkin sampe bibir monyong kali gara-gara kepedesan terus nyedot daging kerang-nya… hehehe

rumah makan noni 2_cindiltravel

Untuk ukuran 1 porsi kerang itu harga yang dibanderol cukup mahal sih tapi memang bisa untuk makan 4 orang. Harga menu minuman dan makanan mulai Rp 10.000 s/d Rp 60.000,-. ++. Tempatnya cukup nyaman untuk makan siang / malam bersama teman atau kolega kantor.

Jadi udah nambah lagi kan referensi untuk makan siang di daerah jakarta Pusat. Selamat makan siang 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *