Aceh : Piknik ke Benteng Jepang Pulau Weh

Perjalanan menuju Benteng Jepang ternyata cukup jauh dari kota Sabang. Kami harus melewati jalan kelok delapan yang mengitari bukit. Bukannya pusing, aku malah terus tertarik pada poros putaran serta pemandangan perbukitan gersang di kanan kiri dan tak jarang aku melihat sapi dan kerbau yang kurus kering. Seharusnya saat itu bukan musim kemarau, tapi asap dari pembakaran hutan di Pulau Sumatera menyebabkan perubahan musim yang tak jelas bagi alam. Kami pun tak berdaya pada alam kali ini, tetap berjalan menuju ujung Sumatera di tanah Sabang, Aceh. Tapi toh alam semesta tetap baik pada kami, walaupun udara berasap, kami tetap bisa menikmati sisa-sisa kecantikan Pulau Weh sampai detik terakhir.

Bang Mizi sempat menunjukkan batu gajah di Pantai Anoi Hitam dari atas bukit. Berkali-kali aku memincingkan mata “kok ga ada mirip-miripnya sama gajah?” tanyaku lugu. “Mau turun tidak?” tanya Bang Mizi sopan agar aku beneran bisa lihat bentuk gajah-nya. Tobaaaaat! Melihat pasirnya Pantai Anoi Hitam yang beneran hitam rasanya aku pilih langsung ke Benteng Jepang saja.

Mobil dipinggirkan dijalanan besar dan kami lanjut berjalan kaki ke belakang warung kopi pinggir jalan dan menyusuri bukit bertangga. Tanpa tanda

Continue reading

Aceh : Semilir Hembusan Angin di Pantai Seberang Pulau Seulako

Pertama kali menginjakkan kaki di Ujung Barat Indonesia, Pulau Weh kota Sabang rasanya aku tetap tak percaya. Degup jantungku terasa berdetak perlahan mengingat waktu perjalanan yang tak mudah dari Jakarta menuju Medan lewat udara, dilanjutkan via darat menuju Aceh, dan terus bergerak via laut menggunakan kapal ferry menuju Pulau Weh, Sabang *cerita aja ga pake nafas. Bang Mizi, driver sekaligus guide selama aku dan 5 orang teman keliling Sabang menawarkanku untuk mengunjungi sebuah pantai sebelum menuju Titik Nol Kilo Meter, sebuah lokasi yang tidak hanya menjadi ikon kota Sabang tapi juga sebagai tanda geografis Indonesia.

“Pantai-nya ga sebesar pantai Iboih atau Gapang” ujar Bang Mizi Continue reading

Sumatera : 9 Hari berkelana ke Serambi Mekah sampai Tano Batak

Awal mula aku ingin ke Aceh karena selama ini jalan-jalan keliling Indonesia, kepikiran “kenapa ga mulai dari ujung paling barat Indonesia?” kalau boleh malah bisa keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke (Amiiin). Malahan aku kepikiran pengen banget datang ke Masjid Raya Baiturrahman yaitu sebuah masjid Kesultanan dengan arsitektur seperti Taj Mahal yang tetap berdiri megah saat terjadi Continue reading