Kalimantan : Menghabiskan waktu di Tarakan

cindiltravel tarakan 1

Sebisa mungkin aku selalu memilih flight paling terakhir dalam perjalananku, kalau kata temenku “liburan ga mau rugi”. Hahaha… padahal sih biar ada waktu tambahan menikmati kota yang aku kunjungi, entah sendiri atau bareng teman. Entah untuk melanjutkan diri melangkahkan kaki atau hanya sekedar berdiam diri menikmati detik-detik terakhir suasana kota.

Pada kesempatanku di kota Tarakan, aku memiliki waktu setengah hari sebelum si burung besi membawaku kembali ke kota yang penuh kesibukan dan hiruk pikuk metropolitan dari perjalanan panjangku di kepulauan Derawan. Waktu setengah hari yang tidak akan kusia-siakan untuk mengelilingi kota Tarakan yang memiliki tata kota yang terbilang cukup rapi pada jalan arteri, sebuah kota kecil yang memiliki perbatasan laut yang terlihat dari segala sisi.

cindiltravel

Apa saja yang bisa dikunjungi selama setengah hari di Tarakan ?

1. Restoran Seafood Kepiting Kenari

Titik pertama saat aku sampai di Tarakan adalah menuju restoran yang menjual Kepiting Kenari yang terkenal hanya ada di Tarakan terletak di Jl. Mulawarman No.7, sayangnya pada hari besar tahun baru restoran ini tutup. Kami mencari restoran seafood lainnya, dan lagi-lagi berakhir dengan kekecewaan bahwa restorannya tutup. Akhirnya kami putus asa dan berujung pada rumah makan nasi padang. Hahaha! Hidup nasi padang yang buka cabang dari Sabang sampe Tarakan J Jadi buat yang punya kesempatan berkunjung ke Tarakan silahkan buktikan kenikmatan kepiting Tarakan ini.

2. Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan

cindiltravel bekatan 6

Mobil yang kami sewa meluncur ke sebuah kawasan hutan mangrove yang berada di tengah kota Tarakan. Berbekal karcis masuk seharga Rp 3.000,- saja kami sudah bisa mengelilingi jalan setapaknya terbuat dari papan kayu berada di atas tanah berlumpur. Tempat ini tidak hanya sebagai konservasi hutan mangrove tetapi juga menjadi habitat Bekantan sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Selain itu hutan ini juga menjadi konservasi burung-burung dan ikan amfibi berbentuk seperti lele yang dapat hidup di air maupun di darat yang dapat ditemui di bawah lumpur. Pemandangan sekumpulan Bekantan yang berloncat-loncatan di antara pepohonan menjadi daya tarik para pengunjung untuk melihat langsung si hewan yang juga menjadi maskot wahana Dufan, Ancol. Wisata hutan mangrove ini tidak hanya diperuntukan bagi kami para pendatang tetapi juga para keluarga dan remaja yang hanya ingin sekedar duduk-duduk di antara pepohonan rindang.

 3. KFC alias Kaltara Fried Crab

Kalau di kota-kota besar ada restoran cepat saji bernama KFC, di Tarakan juga ada makanan dengan nama KFC yang juga tersebar di beberapa lokasi di Tarakan, bedanya di Tarakan ini menunya terbuat dari daging kepiting soka yang digoreng menggunakan tepung bertabur wijen. Yang spesial adalah kulit kepitingnya dapat dimakan langsung. Untuk rasanya jangan ditanya lagi, walaupun dibuat dengan sederhana tapi nikmat dan gurihnya daging kepiting soka ini lezat sampai gigitan terakhir! Kaltara Fried Crab ini juga bisa dijadikan oleh-oleh yang bisa disantap langsung oleh keluarga di rumah.

 4. Rumah Bundar

cindiltravel rumah bundar 2

Penampang bagian atap bangunan ini melengkung menyerupai sisi bundaran drum. karena itu masyarakat sekitar menamakan banguunan ini “rumah drum” atau “rumah bundar”. Rumah bundar ini didirikan oleh pemerintah Belanda tahun 1983, bergaya arsitektur Queens Head. Fungsi awalnya sebagai rumah dinas pegawai sipil Belanda di Tarakan. Pada tahun 1945 rumah bundar ini difungsikan oleh tentara sekutu Australia sebagai pos pemulihan lingkungan Tarakan yang rusak berat akibat perang. pada tahun 2003, Pemda Tarakan menetapkan bangunan ini sebagai cagar budaya. Di area rumah juga terdapat mobil pada jamannya yang dijadikan sebagai taksi.

5. Tank Wash

cindiltravel wash tank 1

Kota Tarakan pada masa pendudukan Belanda dan Jepang, lebih dikenal sebagai Pulau Minyak karena kualitas minyak Tarakan sangat bagus dan mampu menghasilkan 6 juta barrel minyak setiap tahun. Maka Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), perusahaan perminyakan Belanda di Tarakan membangun sumur dan pompa pengeboran minyak. Hal ini membuat Jepang pada masa Perang Dunia II mendarat ke Tarakan untuk menguasai pulau yang kaya dan sangat strategis untuk mengirimkan minyak bumi ke Jepang.

Pulau Tarakan bisa dibilang adalah “Pearl Harbor-nya” Indonesia. Tarakan adalah daratan pertama di Nusantara yang diserbu tentara Jepang pada dini hari 11 Januari 1942. Drama pertempuran berdarah yang terjadi di pulau kecil ini dapat terlihat dari peninggalan Wash Tank yaitu tangki minyak bumi berukuran super besar yang kemudian dibom oleh tentara sehingga penampakannya hitam gosong yang kini berisi air untuk membersihkan minyak (wash tank).

Jalan menuju wash tank ini sangat amat sepi dan tidak begitu bagus, jadi disarankan ke sini saat matahari masih terik.

 6. Pasar Sebengkok

Pasar Sebengkok merupakan sebuah pasar tradisional di kota Tarakan yang aku pikir menjual bahan makanan layaknya pasar kecil di sebuah daerah. Ternyata aku salah! Walaupun berukuran kecil dan ber-gang sempit, tapi pasar ini jauh dari kata becek dan kotor. Barang-barang yang dijual di pasar ini adalah produk-produk dari negeri Jiran Malaysia seperti susu MILO, teh tarik dan kopi Nescafe, Biscuit, sabun, minyak bahkan alat-alat rumah tangga. Orang-orang di Tarakan bilang bahwa rasa susu MILO kiriman dari Malaysia rasanya lebih enak dan lebih kental dibandingkan dengan susu MILO dari Jakarta. Tak heran jika Pasar Sebengkok ini juga dijadikan tempat wisata untuk membeli oleh-oleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *