Selamat Hari Anak Nasional 😊😊😊

Want happy, open-minded, well balanced kids?
Stop buying them shit they don’t need and take them to see the world.
Introduce them to the people.
Let them taste the food and dance to the music.
Show them, first hand, the beauty in other cultures and traditions.
~ Brooke Hampton

Beberapa hari lalu aku curhat di timeline Facebook, rasanya curhatku itu seperti seuntai pernyataan yang harus diucap atau malah pertanyaan yang tertahan banyak orang.

Berawal dari what’s app seorang teman lama yang punya anak umur belum genap 3 tahun, tapi pengen ngeles-in anaknya ini itu mulai dari les gym di mall yang harganya jutaan sebulan *wow 😨😨😨* sampe rekomendasi tempat les murah meriah di pusat olah raga daerah atau tempat wisata. Jadilah malam itu menjadi sesi curhat konsultasi tentang bakat dan minat anak mau diarahkan kemana.

Well, aku aja belom nikah apalagi punya anak, tapi kok malah diminta nasehat tentang anak ????

Akhirnya dari sekian banyak cerita dan penjelasanku tentang pengembangan bakat anak dari latihan motorik, sosialisasi dan bakat, hingga pendidikan SD harus sekolah di negeri / swasta / pesantren, tapi pesanku yang penting pada temanku yaitu dasar pendidikan anak adalah pelajaran hidup.

Satu contoh Pelajaran Hidup itu bisa diajarkan dari kita dengan cara ngajak anak traveling. Traveling is The Best Education Ever ~David Avocado Wolfeke. Kita bisa mengajak anak ke semua tempat, ke seluruh dunia, bahkan sampai ke daerah pedalaman tanpa listrik dan internet *bukan ke daerah nyaman semua ada πŸ˜‘. Anak harus lihat sendiri bagaimana kehidupan di luar sana, bagaimana teman-teman seusianya bermain dan belajar dengan alam, survival, harus belajar dengan minimnya fasilitas hidup apalagi pendidikan. Biarkan anak-anak belajar bahwa jatuh itu sakit, berantem sama teman itu marah dan sedih, biarkan mereka melihat dan berpikir bahwa ternyata kehidupan yang mereka terima saat ini jauh lebih baik daripada teman-temannya di pedalaman sana.

Orang tua hanya mengarahkan, bukan memaksakan. Pilihan tetap pada sang anak.
Kadang kita sedih klo anak kita ga aktif, susah makan, atau kerjanya malah ga bisa diem, paling parahnya kita merasa anak kita kurang pintar dibanding anak-anak lainnya. Padahal yang bisa kita lakukan adalah mengarahkan dan mencoba terus anak mau apa dan kemana, mungkin anak lebih suka dengan caranya diam mengamati dan analisa, aktif berlari-lari ternyata suka olah raga, ga suka makan nasi tapi ternyata suka susu dan buah. Kita harus terus berusaha mengarahkan sampai anak itu tau apa yang dia suka, dan terlihat bahagia saat melakukannya.

Jangan pernah jadikan alasan punya anak menjadi sulit untuk traveling, padahal anaknya sendiri belum ditanya mau apa engga? Sering orang bilang ke aku β€œEnak ya masih single jadi bebas mau kemana aja”, β€œAku udah punya anak, repot kalau mau jalan-jalan” dan bla bla yang intinya merasa terbebani punya anak sehingga tidak bisa jalan-jalan atau bahkan menghambat aktivitas secara tidak sadar diucapkan oleh para orang tua. Hai para orang tua, anak itu anugerah dan berkat loh, bukan penghambat!

Memang aku belum punya anak, tapi kelak suatu saat nanti pada waktunya aku punya anak, berapapun umurnya, kemana pun jalannya, aku akan ajak anakku traveling dengan caraku sekarang *yang kata sebagian orang liburan kok nyusahin diri. Bukan berarti mengajak traveling dengan caraku yang susah itu malah bikin anak jadi menderita bersama *orang tua mana sih yang mau anaknya sengsara? Tapi justru aku ingin mengajarkan hal-hal baru terus menerus yang ada di alam ini dan kehidupan ini.

Anak-anak seharusnya bisa bermain dan tertawa bahagia di umurnya.
Belajar dengan alam, orang dan lingkungan sekitar.
Bukan belajar dengan dipaksa atas penilaian orang sekitar.

Semoga nanti kalau punya anak, aku masih dikasih rejeki untuk traveling. Amiiiin.

cindiltravel bersama anak-anak pulau papan togeanFoto di atas diambil sewaktu aku bersama anak-anak di Pulau Papan, Togean, Sulawesi Tengah (silahkan googling lokasinya). Di sana masih banyak kebutuhan anak-anak yang belum terpenuhi seperti buku dan alat tulis untuk sekolah. Mereka bermain dengan alam, bukan dengan gadget.

Ada salah satu Quotes dari Khalil Gibran yang sangat cocok buat para orang tua :

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.


Dan ternyata status Facebook dibuat bersamaan hari Anak Nasional.
Selamat Hari Anak Nasional, bermain dan bergembiralah hai anak-anak Indonesia πŸ™‚

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *